Selasa 05 Mar 2024 01:20 WIB

Tesla Incar Thailand Setelah Malaysia Untuk Bangun Pabrik di Kawasan Asia Tenggara

Thailand berambisi menjadi pusat produksi mobil listrik.

Red: Firkah fansuri
Tesla Model Y ditutupi kain hitam saat acara peluncuran resmi Tesla Thailand di Bangkok, Thailand, 7 Desember 2022.
Foto: Reuters
Tesla Model Y ditutupi kain hitam saat acara peluncuran resmi Tesla Thailand di Bangkok, Thailand, 7 Desember 2022.

REPUBLIKA.CO.ID,BANGKOK- Pembuat kendaraan listrik (EV) Tesla sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah Thailand untuk membangun fasilitas produksi di negara itu yang dilakukan melalui survei lokasi akhir tahun lalu.

Seorang pejabat dari kata kantor perdana menteri Thailand, Supakorn Congsomjit kepada wartawan, Senin (4/3/2024), Pemerintah Thailand telah menawarkan Tesla 100 persen energi ramah lingkungan untuk  memproduksi kendaraan listrik atau baterai.

Baca Juga

Thailand adalah produsen dan eksportir mobil terbesar di Asia Tenggara, dan mempunyai ambisi untuk menjadi pusat produksi EV utama di wilayah tersebut.

Sebelumnya Tesla berkomitmen untuk membangun pabrik di Malaysia. Sementara di Indonesia, sejauh ini belum ada komitmen investasi dari Tesla.

Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
اَلْيَوْمَ اُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبٰتُۗ وَطَعَامُ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ حِلٌّ لَّكُمْ ۖوَطَعَامُكُمْ حِلٌّ لَّهُمْ ۖوَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الْمُؤْمِنٰتِ وَالْمُحْصَنٰتُ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ اِذَآ اٰتَيْتُمُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ مُحْصِنِيْنَ غَيْرَ مُسَافِحِيْنَ وَلَا مُتَّخِذِيْٓ اَخْدَانٍۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِالْاِيْمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهٗ ۖوَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ ࣖ
Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan. Barangsiapa kafir setelah beriman, maka sungguh, sia-sia amal mereka, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.

(QS. Al-Ma'idah ayat 5)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement