Jamaah Diminta Saling Menghormati Saat Berkunjung ke Masjid Al Jabbar

Red: Ani Nursalikah

Senin 11 Mar 2024 22:05 WIB

Masyarakat mengikuti shalat tarawih pertama Ramadhan 1445 H di Masjid Raya Jawa Barat Al Jabbar, Kota Bandung, Senin (11/3/2024). Dalam tarawih pertama ini, Imam Besar Masjid Raya Al Jabbar KH Miftah Faridl hadir menyampaikan ceramah. Foto: Edi Yusuf/Republika Masyarakat mengikuti shalat tarawih pertama Ramadhan 1445 H di Masjid Raya Jawa Barat Al Jabbar, Kota Bandung, Senin (11/3/2024). Dalam tarawih pertama ini, Imam Besar Masjid Raya Al Jabbar KH Miftah Faridl hadir menyampaikan ceramah.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta seluruh warga saling menghormati saat berkunjung ke Masjid Raya Al Jabbar, Kota Bandung selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah/2024 Masehi.

"Niat ke Al Jabbar mudah-mudahan untuk beribadah, mohon hormati masyarakat yang mau beribadah. Kan banyak yang datang ke sana berkunjung, melihat, ada juga yang ibadah. Nah, ini mohon dihormati perbedaan ini," kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Jawa Barat Faiz Rahman Faiz di Bandung, Senin (11/3/2024).

Baca Juga

Ia mengatakan banyak pengunjung yang datang ke Masjid Raya Al Jabbar dengan berbagai keperluan, baik itu hanya sekadar berwisata maupun untuk beribadah. Faiz menekankan perlunya menghormati perbedaan tersebut demi terciptanya lingkungan yang kondusif bagi semua pengunjung Masjid Raya Al Jabbar.

Dia mengatakan dalam rangkaian menyambut bulan suci Ramadhan, Masjid Raya Al Jabbar akan menyelenggarakan kegiatan rutin, seperti ibadah tarawih dan ceramah keagamaan hingga menjelang perayaan Idul Fitri.

"Selain itu, ada kegiatan lain dari DKM yang memeriahkan Ramadhan. Kemudian kegiatan majelis taklim dan tabligh akbar tidak berhenti. Kalau momentum besarnya setelah tarawih ini nanti di Nuzulul Quran mulai 27 Maret 2024," kata dia.

Masjid Raya Al Jabbar juga akan menyediakan 1.000 boks takjil gratis bagi masyarakat yang akan berbuka puasa di masjid tersebut. "Untuk Masjid Al Jabbar setiap harinya menyediakan takjil untuk masyarakat, sesuai kemampuan tetapi kita usahakan per hari itu untuk 1.000 orang, karena melihat animo tinggi ya," katanya.

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, DKM telah melakukan pembenahan dari sisi keamanan hingga kenyamanan masyarakat saat beribadah di masjid milik Pemprov Jabar tersebut.

"Masjid Raya Al Jabbar kita semangatnya zero accident ya, pascakejadian kemarin sudah diperbaiki yang di pinggir kolam. Tetapi, tetap sebetulnya yang paling harus disadari, masyarakat yang harus menjaga diri, menjaga barang, dan jangan lalai," katanya.

Pada sholat tarawih pertama ini, Masjid Raya Al Jabbar tampak tak terlalu penuh. Namun, diperkirakan ada ratusan umat Muslim yang mengikuti sholat tarawih pertama di masjid tersebut.

Sementara itu, salah seorang warga asal Kota Padang Faiz (22 tahun) mengungkapkan sengaja berkunjung ke Masjid Raya Al Jabbar untuk mengikuti sholat tarawih pertama.

“Alasan saya memilih Al Jabbar ya karena pertama kali ke sini. Kayaknya untuk pertama sholat tarawih di bulan Ramadhan paling bagus di sini,” kata Faiz.

Dia mengaku takjub saat pertama kali melihat bangunan Masjid Raya Al Jabbar yang tampak megah dengan pemandangan Kota Bandung dari kejauhan. “Keren sih. Kesannya agak beda sama masjid yang lain gitu. Di sini kita bisa juga lihat pemandangan city light dari sebelah,” kata dia.

Terpopuler