Disdag Sumsel Imbau Masyarakat tak Belanja Berlebihan Selama Ramadhan

Red: Qommarria Rostanti

Kamis 14 Mar 2024 16:42 WIB

Masyarakat berbelanja (ilustrasi). Disdag Provinsi Sumatra Selatan mengimbau warga tak berbelanja secara berlebihan selama Ramadhan. Foto: Republika/Thoudy Badai Masyarakat berbelanja (ilustrasi). Disdag Provinsi Sumatra Selatan mengimbau warga tak berbelanja secara berlebihan selama Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Dinas Perdagangan (Disdag) Provinsi Sumatra Selatan mengimbau warga tak berbelanja secara berlebihan selama Ramadhan 1445 Hijriah. Plh Kepala Disdag Sumsel Henny Yulianti di Palembang, Kamis (14/3/2024) mengatakan pada awal Ramadhan beberapa bahan pokok sempat mengalami kenaikan harga akibat permintaan yang tinggi dari masyarakat untuk keperluan ruwahan jelang puasa

Menurut dia, kondisi kenaikan bahan pokok tersebut biasa terjadi sebelum atau saat perayaan keagamaan berlangsung. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu membeli kebutuhan pokok dengan tujuan memperbanyak persediaan di rumah.

Baca Juga

"Stok bahan pokok saat ini masih aman. Maka, membelilah sesuai kebutuhan saja jangan sampai berbelanja secara berlebihan karena hal ini yang menyebabkan kenaikan harga,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan seperti beras sempat mengalami kenaikan harga akibat El Nino dan terlambatnya masa tanam dan saat ini sudah berangsur turun kembali. Penurunan disebabkan beberapa wilayah di Sumsel mengalami panen raya.

"Sebelumnya, kami telah melakukan sidak ke empat gudang beras. Beras-beras sudah mulai masuk dan maret beberapa wilayah sudah panen. Harapannya beras dalam kondisi normal," kata Henny.

Berdasarkan dari hasil pantauan harga bahan pokok di beberapa pasar tradisional di Kota Palembang, harga beras medium Rp 12 ribu per kilogram, beras premium Rp 15 ribu per kilogram, harga ayam saat ini Rp 36  per kilogram, cabai rawit Rp 80 ribu per kilogram, cabai merah Rp 70 ribu per kilogram, dan daging Rp 150 ribu per kilogram.

Terpopuler