Festival Bedug 2024 di Jaktim, Semarakkan Ramadhan dan Lestarikan Seni Islam

Red: Qommarria Rostanti

Selasa 19 Mar 2024 20:08 WIB

Peserta memukul bedug saat gelaran Festival Bedug 2024 di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jakarta, Selasa (19/3/2024). Festival yang diikuti sebanyak 20 grup peserta yang merupakan perwakilan dari kecamatan di Jakarta Timur tersebut itu digelar untuk memeriahkan bulan Ramadhan 1445 Hijriah dan melestarikan seni dan budaya Islam. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat Peserta memukul bedug saat gelaran Festival Bedug 2024 di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jakarta, Selasa (19/3/2024). Festival yang diikuti sebanyak 20 grup peserta yang merupakan perwakilan dari kecamatan di Jakarta Timur tersebut itu digelar untuk memeriahkan bulan Ramadhan 1445 Hijriah dan melestarikan seni dan budaya Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Festival Bedug 2024. Festival ini diselenggarakan untuk melestarikan seni dan budaya Islam, khususnya saat Ramadhan 1445 Hijriah.

"Alhamdulillah kami, melaksanakan Festival Bedug dalam rangka pelestarian budaya. Bedug merupakan lambang religi umat Islam," kata Wali Kota Jaktim M Anwar saat membuka Festival Bedug di kantor Wali Kota Jaktim, Cakung, Selasa (19/3/2024).

Baca Juga

Menurut dia, kebudayaan tabuh bedug perlu dilestarikan karena saat ini mulai ditinggalkan oleh masyarakat Indonesia. "Kami tak tinggal diam. Oleh karenanya, secara berjenjang menyelenggarakan Festival Bedug dalam upaya pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya bangsa," ujarnya.

Bedug merupakan instrumen musik yang telah digunakan oleh berbagai kebudayaan di belahan dunia dan dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Kemudian, kata Anwar, bertransformasi menjadi bagian ritual keagamaan Islam di Indonesia.

"Bedug ditabuh sebelum dikumandangkan adzan sebagai informasi telah masuk waktu shalat karena jangkauan adzan yang terbatas. Saat itu pengeras suara belum ada. Jadi, kalau ada kegiatan keramaian atau keagamaan digunakan bedug.

Namun, kata dia, dengan kemajuan teknologi, keberadaan bedug sudah mulai ditinggalkan. Selain itu, penyelenggaraan Festival Bedug itu juga dalam rangka membangun silaturahmi antar warga dari 10 kecamatan.

"Hari ini ada 20 peserta (grup) yang ikut, bagaimana mereka bisa berinovasi keahlian mereka di bidang bedug menjadi seni dan budaya yang baik," ucapnya. 

Dia berharap pemenangnya di tingkat Jakarta Timur bisa kembali mengharumkan nama Jakarta Timur di tingkat Provinsi DKI Jakarta karena sebelumnya pernah meraih juara satu selama tiga tahun berturut-turut. Kepala Sudin Kebudayaan Jakarta Timur Berkah Shadaya mengatakan, Festival Bedug tingkat Kota Jaktim dalam memeriahkan bulan Ramadhan dan menyambut Hari raya idul Fitri 1445 H ini bertujuan melestarikan kebudayaan seni tabuh bedug.

"Ini juga dalam rangka menumbuhkembangkan kemampuan minat dan bakat masyarakat, khususnya di Jaktim," kata dia.

Para peserta merupakan perwakilan dari 10 kecamatan di Jakarta Timur yang masing-masing kecamatan mengirimkan dua grup, sehingga total ada 20 peserta atau grup yang berpartisipasi pada Festival Bedug ini. Festival Bedug itu akan memperebutkan trofi, sertifikat dan uang pembinaan yang mencapai puluhan juta rupiah.

Juara I mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp 12.500.000; juara II mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp 10 juta; dan juara III mendapatkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp 8.500.000.

Kemudian, untuk harapan I dapat trofi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp 7.500.000; dan harapan II dapat trofi, sertifikat, dan uang pembinaan Rp 6.500.000. Kegiatan itu akan dimeriahkan Gambus Sabyan, bazar UMKM, dan pemberian santunan kepada anak yatim-piatu sebanyak 60 orang dari Baznas Jaktim.

Terpopuler