Tips Berpuasa yang Aman Bagi Penderita Diabetes

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Muhammad Hafil

Selasa 26 Mar 2024 16:44 WIB

Diabetes (ilustrasi) Foto: republika Diabetes (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA -- Dokter spesialis penyakit dalam Universitas Airlangga (Unair) Hermina Novida membagikan tips berpuasa yang aman bagi penyandang diabetes. Penyandang diabetes, kata Hermina, tidak boleh melewatkan makan sahur agar memiliki cadangan energi serta mencegah hipoglikemia (kondisi kadar gula dalam darah di bawah normal).

"Namun juga tidak boleh makan sahur berlebihan karena akan memicu kenaikan gula darah dan berat badan. Olahraga berat juga harus dihindari seperti angkat beban atau lari maraton," kata Hermina, Selasa (26/3/2024).

Baca Juga

Hermina menganjurkan agar penyandang diabetes melaksanakan makan sahur menjelang imsak dengan makanan tinggi serat. Kemudian, mereka juga dianjurkan untuk berbuka secara bertahap dan jangan sampai kekenyangan. Ketiga, minum air putih secukupnya dan batasi minuman manis serta bersoda.

"Olahraga tetap diperlukan, minimal 30 menit dalam sehari. Durasi tidur juga harus dijaga 6-8 jam sehari," ujarnya.

Di sisi lain, lanjut Hermina, baik saat santap sahur maupun buka, makanan yang dikonsumsi  penyandang diabetes tidak boleh terlalu banyak mengandung GGL (gula, garam, dan lemak). Makanan tinggi serat seperti buah dan sayur, sangat dianjurkan bagi penyandang diabetes.

"Selain buah dan sayur, sebaiknya pilih lah karbohidrat seperti nasi merah dan nasi jagung yang memiliki indeks glikemik rendah dan mampu membuat rasa kenyang lebih lama, serta kenaikan kadar gula darahnya yang rendah," ucapnya.

Artinya, lanjut Hermina, pola makan penyandang diabetes saat berpuasa haruslah seimbang serta sesuai dengan kebutuhan kalori. Ia pun mengingatkan penyandang diabetes agar bisa mengontrol diri untuk tidak mengonsumsi junk food dan makanan siap saji, serta lebih memilih makanan tinggi serat dan protein.

Hermina pun menyarankan, penyandang diabetes agar mengurangi dosis dan frekuensi penyuntikan insulin. Secara umum, kata dia, untuk insulin basal yang disuntikkan sehari sekali, dosisnya bisa dikurangi menjadi 50 persen hingga 75 persen dari dosis normal. Adapun untuk insulin prandial yang disuntikkan tiga kali sehari, bisa dikurangi menjadi dua kali sehari, yakni saat sahur dan berbuka puasa.

"Dosis insulin prandial sama seperti dosis normal, dan dosis saat sahur dikurangi menjadi 50 hingga 75 persen dari dosis normal. Lalu, insulin premix juga dikurangi menjadi 50 hingga 75 persen dosis normal," kata Hermina.

 

 

 

 

Terpopuler