Rabu 10 Apr 2024 17:33 WIB

TNI Sukses Kirim 3.200 Kg Bantuan ke Gaza Lewat Air Drop

Bantuan logistik untuk rakyat Palestina berjumlah 20 paket berisi makanan dan obat.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Agus raharjo
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan arahan saat acara keberangkatan pengiriman bantuan kemanusiaan di Apron Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (29/3/2024). Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan payung udara orang dan payung udara barang sebanyak 900 buah ke Yordania guna menyalurkan bantuan yang telah terkumpul untuk Palestina melalui metode airdrop. Dengan menggunakan 1 unit Pesawat Hercules C-130 J TNI AU dan sebanyak 27 personel TNI dikerahkan dalam misi tersebut yang akan dilaksanakan selama 10 hari.
Foto: Republika/Prayogi
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan arahan saat acara keberangkatan pengiriman bantuan kemanusiaan di Apron Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat (29/3/2024). Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan payung udara orang dan payung udara barang sebanyak 900 buah ke Yordania guna menyalurkan bantuan yang telah terkumpul untuk Palestina melalui metode airdrop. Dengan menggunakan 1 unit Pesawat Hercules C-130 J TNI AU dan sebanyak 27 personel TNI dikerahkan dalam misi tersebut yang akan dilaksanakan selama 10 hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) sukses mengirimkan bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk warga Gaza, Palestina lewat operasi udara atau air drop pada Selasa (9/4/2024). Pengiriman tersebut terealisasi hasil kerja sama TNI dengan tentara Kerajaan Yordania. 

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi air drop itu dilakukan dengan memakai Pesawat Hercules C-130 J (A-1340) TNI AU. Kontingen Indonesia terdiri dari 27 orang itu dikomandoi oleh Kolonel Penerbang Noto Susanto. 

Baca Juga

"(TNI) Telah berhasil melaksanakan air drop siang kemarin dengan sandi Solidarity Path Operation," kata Agus kepada wartawan di Jakarta pada Rabu (10/4/2024). 

Agus menerangkan bantuan logistik yang sukses diboyong untuk rakyat Palestina berjumlah sekitar 20 paket. Paket itu berisi makanan dan obat-obatan dengan berat 160 kilogram.