Warga Saudi Diingatkan tak Gunakan Dupa Berlebihan Saat Rayakan Idul Fitri

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ani Nursalikah

Jumat 12 Apr 2024 05:05 WIB

Kayu oud diekstraksi selama musim dingin dari pohon berumur antara 70 dan 150 tahun dan tumbuh hingga ketinggian 20 meter. Oud mengeluarkan aroma yang memikat. Foto: Arab News/Saad Al-Dossary Kayu oud diekstraksi selama musim dingin dari pohon berumur antara 70 dan 150 tahun dan tumbuh hingga ketinggian 20 meter. Oud mengeluarkan aroma yang memikat.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Institusi medis di Arab Saudi, King Saud Medical City, mengingatkan warga Saudi yang merayakan Idul Fitri agar tidak menghirup asap aromatik dari dupa secara berlebihan. Dupa atau bukhur merupakan ciri tradisional di Saudi dalam merayakan Idul Fitri.

King Saud Medical City, dilansir Gulf News, Kamis (11/4/2024), menyatakan bahwa menghirup asap yang harum mengurangi oksigen ke otak, menyebabkan sakit kepala dan migrain. Pembakaran dupa di dalam rumah mencemari udara dengan racun yang dapat menyebabkan masalah kesehatan pada paru-paru dan bronkitis, serta dapat menyebabkan asma.

Baca Juga

Adapun membakar dupa merupakan tradisi warisan yang dilakukan oleh banyak keluarga di Saudi selama Idul Fitri untuk mengharumkan udara dan menyambut pengunjung yang datang untuk memberikan ucapan selamat pada hari raya tersebut. Penderita asma dan alergi dada berisiko mengalami masalah dada.

Lembaga tersebut telah memperingatkan paparan asap dupa secara terus-menerus sama negatifnya dengan paparan asap tembakau. Anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda alergi dada atau rentan terhadap masalah pernapasan juga mungkin menderita.