Kamis 25 Apr 2024 10:30 WIB

Gabung Prabowo-Gibran atau Oposisi? Ini Jawaban PKS

PKS menegaskan, gabung koalisi bukan soal susul-menyusul, tapi dialog.

Rep: Eva Rianti/ Red: Agus raharjo
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Alhabsyi di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (24/2).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Alhabsyi di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (24/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum menentukan sikap yang jelas untuk berkoalisi dengan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka atau tetap menjadi oposisi. Saat ini, PKS masih memperhatikan dinamika politik yang terjadi.

"Masuk atau jadi oposisi, atau masuk ditugaskan untuk oposisi boleh," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKS Aboe Bakar Alhabsyi kepada wartawan saat berkunjung ke Nasdem Tower, Rabu (24/4/2024). 

Baca Juga

Adapun ditanya kecondongan sikap PKS, Aboe mengatakan akan melihat-lihat terlebih dahulu kondisi dinamika politik untuk kemudian mengambil keputusan. "Kita lihat dialognya nanti ya," tuturnya. 

Saat disinggung soal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra yang sudah menyatakan akan bekerja sama untuk ke depan, Aboe kembali menegaskan akan mengamati dahulu. Namun ia menyebut tidak akan berbeda jauh.

"Ya sudahlah, kita semua enggak jauh-jauh berbeda lah ya, beda-beda tipis lah, artinya nanti lihat saja. Bukan masalah menyusul-menyusul, inikan dialog, dialog itu kan berkembang, berkembang situasinya dan segala situasi sebagainya," tegasnya.

"Kita lihat dulu, kalau kita mau masuk ya silahkan saja kita lihat dulu kita juga enggak ada masalah," lanjutnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement