Jumat 10 May 2024 18:20 WIB

PBB Kembali Gelar Pemungutan Suara Resolusi Keanggotaan Penuh Palestina

Pada April, AS memveto resolusi yang buka jalan keanggotaan Palestina di PBB.

Rep: Lintar Satria    / Red: Friska Yolandha
Dewan Keamanan PBB menggelar sesi debat terbuka soal perang Israel-Hamas, melibatkan menlu dari duapuluhan negara, termasuk Indonesia.
Foto: Tangkapan Layar/VOA
Dewan Keamanan PBB menggelar sesi debat terbuka soal perang Israel-Hamas, melibatkan menlu dari duapuluhan negara, termasuk Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Majelis Umum PBB akan menggelar pemungutan suara resolusi yang akan memberi "hak dan hak istimewa" pada Palestina. Resolusi pemungutan suara, Jumat (10/5/2024) juga kembali mendorong Dewan Keamanan PBB untuk memberikan keanggotaan penuh PBB pada Palestina.  

Pada 18 April lalu Amerika Serikat (AS) memveto resolusi yang membuka jalan keanggotaan penuh Palestina di PBB. Israel berusaha keras mencegahnya dan Washington berperan penting menghalangi keanggotaan penuh Palestina.

Baca Juga

Dikutip dari Aljazirah, Kamis (9/5/2024) Wakil Duta Besar AS untuk PBB, Robert Wood, mengatakan pemerintahan Presiden AS Joe Biden tetap menentang keanggotaan Palestina. Dalam pemungutan suara 18 April lalu, permohonan Palestina mendapat banyak dukungan.

Sebanyak 12 negara mendukung, Inggris dan Swiss abstain, dan hanya AS yang menolaknya.