Senin 13 May 2024 08:18 WIB

Kualitas Udara Jakarta pada Senin Pagi tidak Sehat

Masyarakat direkomendasikan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan.

Red: Gita Amanda
Kualitas udara di DKI Jakarta berada dalam kategori tidak sehat, (ilustrasi)
Foto: republika
Kualitas udara di DKI Jakarta berada dalam kategori tidak sehat, (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualitas udara di DKI Jakarta berada dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara, pada Senin (13/5/2024) pagi.

Data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.35 WIB menunjukkan bahwa Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di angka 105, dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 di angka konsentrasi 37 mikrogram per meter kubik.

Baca Juga

Konsentrasi tersebut setara 7,4 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Situs pemantau kualitas udara dengan waktu terkini tersebut pun mencatatkan Jakarta sebagai kota dengan kualitas udara peringkat kesepuluh terburuk di dunia.

Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Senin adalah Delhi (India) dengan indeks kualitas udara di angka 197, diikuti Dhaka (Banglades) di angka 185 dan Tashkent (Uzbekistan) di angka 144. Sejumlah wilayah di Jakarta yang tercatat memiliki kualitas udara dengan kategori tidak sehat, yakni Cilandak Barat, Jeruk Purut dan Kalideres.