Rabu 14 Aug 2024 18:59 WIB

Apa Itu Bintang Mahaputera Adipradana yang Diterima ET, BJ Habibie, Yuri Gagarin dkk

Penghargaan ini diterima oleh banyak tokoh negara.

Bersama istri, Erick Thohir berfoto di dalam Istana Negara
Foto: Erick Thohir
Bersama istri, Erick Thohir berfoto di dalam Istana Negara

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sejumlah menteri dari Kabinet Indonesia Maju II dan beberapa tokoh meraih anugerah bintang penghargaan, Rabu (14/8/2024). Menteri BUMN Erick Thohir  menjadi penerima tanda jasa Bintang Mahaputra Adiprana dari Presiden Joko Widodo.

"Alhamdulillah, mendapat anugerah Bintang Mahaputera Adipradana," kata Erick Thohir, Kamis. Apa itu penghargaan tanda jasa Bintang Mahaputra Adiprana? Mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan: Tanda Kehormatan Bintang Republik Indonesia Adipradana adalah tingkat bintang tertinggi kedua di bawah Bintang Adipurna, dan di atas Bintang RI Utama, Pratama, dan Nararya.

Tanda ini kelas dari Bintang Mahaputra, diberikan kepada tokoh-tokoh yang secara luar biasa menjaga keutuhan, kelangsungan, dan kejayaan NKRI. 

Pada awalnya, bintang penghargaan ini diberikan dalam bentuk kalung. Namun setelah 1972, penghargaan ini diberikan dalam bentuk selempang yang digunakan dari pundak kanan ke pinggang kiri.
 
Penghargaan serupa pernah diterima tokoh-tokoh negara dan pemerintah seperti: Presiden ke 2 BJ Habibie (1982), Sri Sultan Hamengkubuwono IX (1961), pendiri Pertamina Ibnu Sutowo (1972), sesepuh TNI Jenderal (purnawirawan) AH Nasution (1961), eks Menlu Adam Malik (1973), sesepuh TNI Jenderal (kehormatan) Sarwo Edhie Wibowo (1986), eks Menlu Ali Alatas (1992), eks hakim agung Artidjo Alkostar (2021), Bung Tomo (2008), hingga kosmonot asal Uni Sovyet Yuri Gagarin (1961). 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement