Senin 09 Dec 2024 06:11 WIB

Iran Mengaku Terkejut Tentara Suriah tak Berikan Perlawanan

Iran sejatinya telah memberikan beragam informasi intelijen ke Suriah.

Pejuang oposisi merayakan runtuhnya pemerintahan Suriah di Damaskus, Suriah, Ahad (8/12/2024). Kekuasaan Partai Baath di Suriah tumbang pada Ahad (8/12/2024). Hal itu ditandai ibu kota Damaskus lepas dari kendali rezim Presiden Bashar al-Assad. Runtuhnya kekuatan pasukan Assad di ibu kota mengakhiri 61 tahun pemerintahan Partai Baath yang penuh kekerasan dan 53 tahun kekuasaan keluarga Assad. 
Foto: AP Photo/Omar Sanadiki
Pejuang oposisi merayakan runtuhnya pemerintahan Suriah di Damaskus, Suriah, Ahad (8/12/2024). Kekuasaan Partai Baath di Suriah tumbang pada Ahad (8/12/2024). Hal itu ditandai ibu kota Damaskus lepas dari kendali rezim Presiden Bashar al-Assad. Runtuhnya kekuatan pasukan Assad di ibu kota mengakhiri 61 tahun pemerintahan Partai Baath yang penuh kekerasan dan 53 tahun kekuasaan keluarga Assad. 

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Rezim Bashar al-Assad di Suriah telah tumbang. Tentara Suriah yang sejatinya bertahan untuk melindungi Assad enggan memberikan perlawanan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa badan intelijen dan keamanan Iran sejatinya menyadari gerakan [oposisi] yang sedang berlangsung di Idlib dan daerah-daerah di Suriah. Semua informasi yang relevan pun telah ditransfer ke pemerintah Suriah dan Tentara Suriah.

Baca Juga

“Yang mengejutkan adalah ketidakmampuan Tentara Suriah untuk melawan gerakan ini dan kecepatan perkembangannya”, katanya menambahkan, Ahad.

Araghchi menyatakan sikap oposisi yang merebut Damaskus akan menentukan bagaimana Iran terlibat dalam hubungan dengan mereka.

"Iran sedang mempertimbangkan "kebijakan apa yang akan mereka ambil terhadap Republik Islam Iran, kebijakan apa yang akan mereka miliki terhadap [Muslim Syiah] Suriah, seberapa jauh jarak antara mereka dan rezim Zionis [Israel], seberapa jauh jarak antara mereka dan kelompok teroris, bagaimana mereka akan berperilaku," katanya.

Iran adalah sekutu dekat mantan Presiden Bashar al-Assad dan bekerja selama bertahun-tahun untuk membantunya dalam perjuangannya untuk tetap berkuasa selama perang saudara Suriah.

Namun tenaga Iran telah terkuras dalam pertikaiannya melawan Israel. Termasuk perkembangan situasi di Lebanon ketika Hizbullah menghadapi gempuran melawan Israel.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement