Ahad 22 Dec 2024 08:05 WIB

Penjelasan Dishub Soal Penghapusan Rute Transjakarta Jika MRT Fase 2A Beroperasi

Pengarahan ulang itu dilakukan agar layanan lebih efesien dan terintegrasi.

Rep: Bayu Adji P / Red: Teguh Firmansyah
Pengemudi berada di dalam armada baru bus listrik Transjakarta yang diparkir di Kawasan Monas, Jakarta, Selasa (10/12/2024).
Foto: Republika/Prayogi
Pengemudi berada di dalam armada baru bus listrik Transjakarta yang diparkir di Kawasan Monas, Jakarta, Selasa (10/12/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Syafrin Liputo membantah kabar terkait rencana penghapusan layanan Transjakarta setelah pembangunan MRT Fase 2A selesai. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) tidak akan menghilangkan layanan Transjakarta ketika MRT Fase 2A telah beroperasi.

“Ketika MRT Fase 2A selesai dan beroperasi penuh dari Lebak Bulus hingga Kota, layanan Transjakarta yang berhimpitan 100 persen dengan jalur MRT, seperti Koridor 1 Blok M-Kota, akan di-reroute. Ini tidak berarti layanan dihentikan, tetapi diarahkan ulang agar lebih optimal,” kaya Syafrin melalui keterangannya, Sabtu (21/12/2024).

Baca Juga

Menurut Syafrin, pembangunan MRT Fase 2A ditargetkan akan sepenuhnya rampung pada 2029. Ketika jalur MRT hingga Kota itu beroperasi, akan ada penyesuaian rute atau rerouting untuk memastikan efisiensi dan integrasi layanan transportasi publik.

Hal itu dilakukan karena Jakarta memiliki rencana induk transportasi yang mengedepankan efisiensi pengelolaan subsidi, termasuk dana public service obligation (PSO).

Ia menilai, layanan Transjakarta akan tetap berperan sebagai penghubung atau feeder untuk angkutan rel, termasuk MRT dan LRT. Hal itu dilakukan sesuai dengan kebijakan Pemprov Jakarta yang menjadikan transportasi berbasis rel sebagai tulang punggung sistem transportasi massal.

“Prinsipnya, Transjakarta akan menjadi pelengkap untuk transportasi rel, bukan digantikan," kata dia.

Ia mencontohkan, layanan Transjakarta di Bundaran HI tidak akan dihilangkan. Rute Transjakarta akan tetap termanfaatkan dengan pola integrasi, seperti dari Semanggi, Kebon Sirih, hingga Tanah Abang, untuk mendukung konektivitas transportasi publik

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Tarif MRT Dievaluasi

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement