REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Provinsi Papua Tengah berbagi kasih bersama sedikitnya 323 anak panti asuhan di wilayah Nabire. Kegiatan dihelat dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2025.
Penjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Papua Tengah, Yosina Anwar Damanik, menjelaskan kegiatan berbagi kasih kepada anak-anak panti asuhan dilakukan sebagai upaya berbela rasa pada anak-anak tersebut.
“Kegiatan berbagi kasih menyambut Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 berdekatan dengan Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember. Kami harapkan mereka dapat merasakan sukacita yang kita rasakan,” tuturnya.
Yosina menuturkan anak-anak panti asuhan yang mereka kunjungi memiliki profil sosial cukup beragam. Tidak saja usia yang balita, namun hingga usia anak sekolah putus sekolah.
Selain itu, lanjutnya, terdapat anak-anak difabel yang masih memiliki orang tua namun tinggal di pedalaman. Orang tua itu memilih untuk menitipkan anak-anak tersebut sehingga mendapatkan biaya hidup dan biaya sekolah dari Panti Asuhan.
“Sebagian dari mereka masih memiliki orang tua, sejumlah anak-anak tersebut pulang kampung untuk merayakan Natal bersama keluarganya. Nah, yang tidak punya keluarga ini yang kami kunjungi agar kerinduan mereka terhadap keluarga terobati,” ujarnya
Tahun ini TP-PKK Provinsi Papua Tengah menjangkau sedikitnya 323 anak di tujuh Panti Asuhan atau Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) juga Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Antara lain Panti Asuhan Muhammadiyah di Smoker, Panti Asuhan Difable di Kalibobo, Asrama Gilgal Pesat Nabire, LKSA Anugrah di Kalibobo, Panti Asuhan Santa Helena, Panti Asuhan Yayasan Siloam, dan LKSA Rumah Asuhan Hadasah.
Dalam kunjungan kepada anak-anak Panti Asuhan tersebut, tim TP-PKK Provinsi Papua Tengah pada akhir kegiatan menyerahkan bingkisan berupa sembako yang diterima pengelola Panti Asuhan. Menurut Yosina anak-anak yang menghuni sejumlah Panti Asuhan dan LKSA di Nabire memiliki masa depan cerah untuk menjadi generasi penerus Kabupaten Nabire, sehingga harus terus dijaga dan didukung.
“Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa anak adalah generasi penerus dan aset bangsa, perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena maju mundurnya suatu negara akan sangat tergantung pada generasi saat ini dan masa yang akan datang,” katanya.
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga merasa diperhatikan dan dicintai. Kegiatan seperti ini menjadi wujud nyata dari semangat kebersamaan dan solidaritas yang menjadi landasan pembangunan sosial di Papua Tengah.