Rabu 05 Feb 2025 09:52 WIB

Donald Trump Putuskan AS akan Jajah Gaza, Begini Reaksi Keras Hamas

Trump berharap warga Palestina pindah ke negara lain tanpa harus kembali.

Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington, Selasa, 4 Februari 2025.
Foto: AP Photo/Evan Vucci
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington, Selasa, 4 Februari 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald J Trump mengatakan, pihaknya akan mengambil alih dan memiliki Gaza setelah memindahkan warga Palestina di tempat lain berdasarkan rencana pembangunan kembali Gaza. Trump mengeklaim, rencana tersebut dapat menjadikan daerah kantong itu "Riviera Timur Tengah".

Dalam pengumuman mengejutkan yang mengubah kebijakan AS selama beberapa dekade terhadap konflik Israel-Palestina, Trump mengatakan pada Selasa (4/2/2025),  pemerintahannya akan mempelopori rencana pembangunan ekonomi di daerah kantong itu. Rencana tersebut akan menyediakan lapangan kerja dan perumahan dalam jumlah tak terbatas bagi penduduk di daerah itu.

Baca Juga

"AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan mengerjakannya. Kami akan memilikinya," kata Trump di Gedung Putih pada Selasa  setelah berunding dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang telah menjadi objek penangkapan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) karena terbukti melakukan kejahatan perang. 

photo
Warga Palestina dengan berjalan kaki pulang kembali menuju rumah mereka di Jalur Gaza Utara, Senin (27/1/2025). Ribuan warga Palestina untuk pertama kalinya kembali ke rumah mereka di wilayah Gaza Utara yang sebelumnya ditutup oleh Israel. - (AP Photo/Abed Hajjar)

Trump menambahkan, Washington akan bertanggung jawab untuk membersihkan bangunan yang hancur dan membongkar bom berbahaya yang belum meledak dan senjata lainnya. Trump mengatakan, AS akan mengambil posisi kepemilikan jangka panjang atas daerah kantong tersebut.

"Ini bukan keputusan yang dibuat dengan mudah. Semua orang yang saya ajak bicara menyukai gagasan Amerika Serikat memiliki sebidang tanah itu, mengembangkan dan menciptakan ribuan pekerjaan dengan sesuatu yang akan luar biasa,” katanya. 

Trump menyatakan harapannya bahwa warga Palestina yang mengungsi di Gaza akan pergi ke negara lain yang menarik. Dia menyarankan warga Palestina juga akan terus tinggal sana. Presiden AS mengatakan Gaza bisa menjadi rumah bagi masyarakat dunia.

“Saya pikir Anda akan menjadikannya tempat internasional yang luar biasa. Saya pikir potensi di Jalur Gaza luar biasa. Dan saya pikir seluruh dunia – perwakilan dari seluruh dunia akan sekarang – warga Palestina juga, warga Palestina akan tinggal di sana,” katanya. “Banyak orang akan tinggal di sana.”

Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, menanggapi pernyataan Trump dengan mengatakan, "Kami menganggapnya sebagai cara untuk menciptakan kekacauan dan ketegangan di kawasan tersebut."

"Rakyat kami di Jalur Gaza tidak akan membiarkan rencana ini terlaksana, dan yang diperlukan adalah mengakhiri pendudukan dan agresi terhadap rakyat kami, bukan mengusir mereka dari tanah mereka," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement