Senin 17 Feb 2025 10:18 WIB

Mesir Sebut Rekonstruksi Gaza Disusun Bersama Palestina dan Arab, Ini Rencana Besarnya

Dalam rencana tersebut, warga Palestina akan tetap berada di tanah mereka.

Foto udara yang diambil dengan drone menunjukkan tenda-tenda di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara dan darat Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, Ahad (16/2/2025).
Foto: AP Photo/Mohammad Abu Samra
Foto udara yang diambil dengan drone menunjukkan tenda-tenda di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan udara dan darat Israel di Jabaliya, Jalur Gaza, Ahad (16/2/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mengatakan, rencana rekonstruksi Gaza sedang disusun dengan koordinasi bersama pihak Palestina dan Arab serta dukungan internasional. Abdelatty menyampaikan pernyataan tersebut pada Ahad (16/2/2025) dalam pertemuan di Kairo dengan delegasi Kongres AS yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, Darrell Issa.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan, Abdelatty menguraikan upaya intensif Mesir untuk mengembangkan rencana komprehensif dan multitahap untuk pemulihan awal dan rekonstruksi di Gaza, guna memastikan warga Palestina tetap berada di tanah mereka.

Baca Juga

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali menyerukan pengambilalihan Gaza dan pemukiman kembali penduduknya untuk membangun apa yang ia sebut sebagai “Riviera Timur Tengah”. Gagasan tersebut telah ditolak oleh dunia Arab dan banyak negara lain yang menyatakan itu sama saja dengan pembersihan etnis.

Abdelatty menegaskan bahwa visi Mesir untuk rekonstruksi Gaza sedang dirancang dengan koordinasi bersama Otoritas Palestina, negara-negara Arab dan Islam, serta komunitas internasional yang lebih luas. Dirinya juga menekankan perlunya adanya “horizon politik” untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel yang telah berlangsung selama puluhan tahun dan memutus siklus kekerasan yang berulang.

Ia menegaskan kembali dukungan Mesir terhadap pembentukan negara Palestina yang bersatu, mencakup Tepi Barat dan Gaza, berdasarkan solusi dua negara. Israel telah menduduki wilayah Palestina, Suriah, dan Lebanon selama beberapa dekade, menolak untuk mundur atau mengakui negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya dalam batas pra-1967.

Abdelatty menegaskan harapan Mesir bahwa AS akan terus memainkan peran kunci dalam melaksanakan semua tahap perjanjian gencatan senjata Gaza dan memastikan semua pihak memenuhi komitmen mereka. Ia juga menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza yang berkelanjutan dan dipercepat, mengingat kondisi kemanusiaan yang sangat buruk di wilayah kantong tersebut.

photo
400 Hari Genosida di Gaza - (Republika)

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement