Rabu 26 Feb 2025 06:40 WIB

Dua Kategori Jamaah Haji Bisa Disebut Istithaah  

Istithaah haji adalah kemampuan calon jamaah haji untuk melaksanakan ibadah haji.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
Ilustrasi Tawaf
Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Ilustrasi Tawaf

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Masyarakat Indonesia yang masuk dalam daftar keberangkatan haji tahun ini sedang mempersiapkan diri untuk pergi ke Tanah Suci. Namun, ada syarat yang harus dipenuhi oleh jamaah untuk berangkat menunaikan ibadah haji, di antaranya adalah harus Istithaah. 

Syarat istithaah haji adalah kemampuan calon jamaah haji untuk melaksanakan ibadah haji. Syarat ini meliputi pengetahuan, ekonomi, kesehatan, dan bahkan kendaraan. 

Baca Juga

Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH Abdul Muiz Ali menjelaskan, ada dua kategori yang disebutkan ulama terkait Istithaah haji ini. 

Allah SWT berfirman: 

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: “(Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana” (QS Ali Imran: 97).

Dalam masalah haji, menurut Kiai Muiz, ada dua kategori seseorang bisa disebut mampu atau istitha’ah. Pertama, mampu melaksanakan haji dengan dirinya sendiri. Kedua, mampu melaksanakan haji dengan digantikan orang lain. 

"Kemampuan dalam melaksanakan ibadah haji sekurang-kurangnya adakalanya kemampuan secara finansial, fisik, keamanan, dan sarana transportasi yang memadai," ujar Kiai Muiz saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (25/2/2025).  

Maka, kata dia, bagi umat Islam yang sudah memiliki kemampuan diatas sebaiknya dapat menyegarakan melaksanakan ibadah haji.

Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda: 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ : تَعَجَّلُوا الْحَجَّ فَإِنَّ أَحَدُكُمْ لَا يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ

Artinya: Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda, "Hendaklah kalian bersegera mengerjakan haji karena sesungguhnya seseorang tidak pernah tau halangan yang akan merintanginya." (HR Ahmad).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement