Rabu 26 Feb 2025 08:24 WIB

Kasus Pertamax ‘Oplosan’, 3 Pesan Rasulullah SAW 14 Abad Silam Ini Terbukti

Rasulullah SAW melarang jual beli adanya tipu daya

Rep: Erik Purnama Putra/ Red: Nashih Nashrullah
Petugas melayani pengendara saat bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax (ilustrasi)
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas melayani pengendara saat bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ramai kasus manipulasi bahan bakar minyak (BBM) research octane number (RON) 90 yang dipasarkan menjadi RON 92 oleh anak perusahaan Pertamina memicu kemarahan publik.

Hal tersebut terungkap dalam penjelasan kronologi dan modus operandi praktik permufakatan jahat yang dilakukan para pelaku. Bagaimana Islam memandang kasus semacam ini?

Baca Juga

Syariat Islam melarang semua cara dan metode penipuan yang dapat merampok uang seseorang secara ilegal, baik dalam penjualan atau transaksi lainnya, karena hal tersebut merupakan kejahatan, agresi, dan penyimpangan dari kebajikan dan kehormatan yang harus ditunjukkan oleh seorang Muslim kepada orang lain, baik Muslim maupun non-Muslim.

Rasulullah SAW memperingatkan agar tidak melakukan kecurangan dan mengancam pelakunya dengan celaan dan teguran, serta menjelaskan bahwa hal itu bukanlah perbuatan para nabi dan orang-orang saleh.

عن أبي هريرة -رضي الله عنه- أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- مر على صبرة طعام فأدخل يده فيها فنالت أصابعه بللا، فقال: ما هذا يا صاحب الطعام؟ قال أصابته السماء يا رسول الله، قال أفلا جعلته فوق الطعام كي يراه الناس، "من غش فليس مني".

Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah melewati sepiring makanan, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya, dan jari-jarinya basah. "Apa ini wahai pemilik makanan?" Pemilik menjawab, “Dia tertimpa langit, wahai Rasulullah.” Beliau menimpali, “Tidak bisakah Anda menaruhnya di atas makanan agar orang lain bisa melihatnya? Barangsiapa yang menipu, maka dia bukan dari golonganku.” (HR Bukhari Muslim)

Rasulullah SAW juga memperingatkan tentang ancaman pelaku tipu-tipu. Ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadits berikut:

عن ابن مسعود رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلي الله عليه وسلم : من غشنا فليس من ، والمكر والخداع في النار

Dari Ibnu Mas'ud RA, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menipu kami, maka dia bukan termasuk golongan kami, dan kelicikan serta tipu daya itu ada di dalam neraka.” (HR Ibnu Hibban dan at-Thabarani).

BACA JUGA: Menyoal Rangkap Jabatan Menag, Kepala Badan Pengelola Sekaligus Imam Besar Istiqlal

Sementara itu, dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bahkan peringatkan bahaya tipu-tipu oleh pemimpin terhadap rakyatnya.

عن معقل بن يسار رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلي الله عليه وسلم يقول : ما من عبد يسترعيه الله عز وجل رعية يموت يوم ، وهو غاش رعيته إلا حرم الله تعالى عليه الجنة

Dari Ma'qil bin Yasar RA berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “”Tidaklah seorang hamba yang diberikan kepercayaan memimpin rakyat, lalu meninggal pada suatu hari dalam keadaan tidak jujur terhadap rakyatnya, melainkan Allah mengharamkannya masuk surga.”

photo
Mengenal Hadits Nabi Muhammad SAW - (Republika)
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement