Rabu 26 Feb 2025 11:38 WIB

IHSG Diprediksi Variatif Seiring Sentimen Domestik dan Global

IHSG dibuka menguat 58,87 poin atau 0,89 persen.

IHSG dibuka menguat 58,87 poin atau 0,89 persen.
Foto: Republika/Thoudy Badai
IHSG dibuka menguat 58,87 poin atau 0,89 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (26/2/2025) diperkirakan bergerak variatif seiring adanya sentimen dari domestik dan global.

IHSG dibuka menguat 58,87 poin atau 0,89 persen ke posisi 6.645,96. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,71 poin atau 0,63 persen ke posisi 752,41.

"IHSG diperkirakan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat dalam perdagangan hari ini, sejalan dengan tren sebelumnya," sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, isu terkait pembentukan Danantara masih mendapat respons beragam dari pelaku pasar. Pasar masih terpengaruh oleh sentimen negatif yang berkembang terkait pengelolaan dan kinerja Sovereign Wealth Fund (SWF) di beberapa negara tetangga.

Dari mancanegara, kepercayaan konsumen, yang menjadi pendorong sekitar 70 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat (AS), mengalami penurunan signifikan pada Februari 2025.

Indeks keyakinan konsumen The Conference Boardmencatatkan penurunan bulanan terbesar sejak Agustus 2021.

Ketidakpastian yang meningkat tercermin dari penurunan 11,3 persen dalam komponen ekspektasi jangka pendek, yang berada di bawah ambang batas terkait resesi, yang mengindikasikan kekhawatiran warga AS terhadap dampak ekonomi dari kebijakan Presiden Donald Trump.

Dari Eropa, bursa saham berakhir di zona hijau pada Selasa (25/2/2025), didukung oleh kenaikan saham perbankan dan perawatan kesehatan yang berhasil mengimbangi pelemahan sektor teknologi.

Sementara itu, indeks saham AS Wall Street ditutup dengan pergerakan beragam pada Selasa (25/2/2025), yang mana indeks S&P 500 dan Nasdaq menyentuh level terendah dalam satu bulan akibat laporan kepercayaan konsumen yang suram, yang semakin menyoroti meningkatnya ketidakpastian ekonomi.

Indeks S&P 500 dan Nasdaq menurun selama empat sesi berturut-turut, sementara Dow berakhir di zona hijau, Dow Jones Industrial Average naik 159,95 poin atau 0,37 persen menjadi 43.621,16, sedangkan S&P 500 melemah 28,00 poin atau 0,47 persen ke level 5.955,25, dan Nasdaq Composite turun 260,54 poin atau 1,35 persen menjadi 19.026,39.

Dari sebelas sektor utama di S&P 500, sektor jasa komunikasi mencatatkan penurunan terbesar, sementara consumer staples membukukan kenaikan tertinggi secara persentase.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 432,07 poin atau 1,13 persen ke 37.805,72, indeks Shanghai menguat 21,71 poin atau 0,65 persen ke 3.367,75, indeks Kuala Lumpur menguat 11,37 poin atau 0,73 persen ke 1.579,40, dan indeks Strait Times melemah 3,83 poin atau 0,10 persen ke 3.912,04.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement