Rabu 26 Feb 2025 20:02 WIB

Gara-Gara Ricuh di Derby Merseyside, Arne Slot Diskors Dua Laga, Liverpool Didenda

Slot juga menerima denda 70 ribu poundsterling (Rp 1,4 miliar).

Pelatih Liverpool Arne Slot.
Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Pelatih Liverpool Arne Slot.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih Liverpool Arne Slot dijatuhi skorsing dua pertandingan menyusul kericuhan pada derby Merseyside pada awal bulan ini. Liverpool juga tak lepas dari hukuman dengan menerima denda dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), seperti diumumkan pada Rabu (26/2/2025).

Slot mendapat kartu merah setelah peluit akhir. Ia mengakui tuduhan bertindak dengan cara yang tidak pantas dan menggunakan kata-kata atau perilaku yang menghina atau kasar terhadap wasit dan asisten wasit.

Baca Juga

Ia juga menerima denda 70 ribu poundsterling (Rp 1,4 miliar), sementara asisten pelatihnya Sipke Hulshoff, yang juga diusir dari lapangan setelah peluit akhir, juga menerima skorsing dua pertandingan dan denda 7.000 poundsterling (Rp 140 juta).

Everton didenda 65 ribu poundsterling (Rp 1,32 miliar) dan Liverpool 50 ribu poundsterling (Rp 1 miliar) setelah kedua klub mengakui tuduhan gagal mencegah para pemain mereka berperilaku tidak pantas atau provokatif setelah peluit akhir.

Pemain pengganti Liverpool, Curtis Jones, dan gelandang Everton, Abdoulaye Doucoure, juga mendapatkan kartu merah setelah pertandingan. Peluit akhir pertandingan memicu perkelahian antara kedua tim.

James Tarkowski dari Everton menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir tambahan waktu, memicu selebrasi liar. Jones marah kepada Doucoure yang melakukan selebrasi di depan para penggemar tim tamu setelah hasil imbang 2-2 dalam derby terakhir di Goodison Park pada 12 Februari.

Pemuncak klasemen Liga Primer Liverpool akan menjamu Newcastle United pada Kamis (27/2/2025) dini hari WIB, sementara Everton akan bertandang ke Brentford.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Liverpool Football Club (@liverpoolfc)

sumber : Reuters
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement