Kamis 27 Feb 2025 11:00 WIB

Raja Maroko Larang Warga Sembelih Kurban Saat Idul Adha, Kenapa?

Jumlah ternak di Maroko berkurang drastis akibat kekeringan.

Rep: Lintar Satria / Red: Satria K Yudha
Warga membeli seekor domba di sebuah pasar ternak, menjelang perayaan Idul Adha, di Kota Oujda, Maroko, 11 September 2016.
Foto: REUTERS/Youssef Boudlal
Warga membeli seekor domba di sebuah pasar ternak, menjelang perayaan Idul Adha, di Kota Oujda, Maroko, 11 September 2016.

REPUBLIKA.CO.ID, RABAT -- Raja Maroko Mohammed IV meminta masyarakat Maroko tak menyembelih hewan kurban saat Idul Adha pada Juni mendatang. Sebab, jumlah ternak di negara itu berkurang drastis akibat kekeringan.

Setiap tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya, umat Islam merayakan Idul Adha. Idul Adha atau Hari Raya Kurban ini ditandai dengan penyembelihan hewan kurban di seluruh dunia sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Daging kurban itu kemudian disalurkan kepada masyarakat umum.

Berdasarkan data pemerintah, ternak dan domba Maroko turun 38 persen pada tahun 2025 dibanding sensus terakhir yang dilakukan sembilan tahun yang lalu. Penurunan jumlah ternak ini disebabkan kekeringan berturut-turut.

Raja Maroko mengatakan, pelaksanaan ritual keagamaan kali ini harus mempertimbangkan tantangan iklim dan ekonomi yang dihadapi negaranya. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah ternak turun signifikan.

"Melaksanakan ritual dalam keadaan sulit ini akan menyebabkan kerugian yang signifikan bagi sebagian besar rakyat kita, terutama mereka yang berpenghasilan terbatas," kata Raja Maroko Mohammed IV dalam surat yang dibacakan atas namanya oleh Menteri Urusan Agama Ahmed Taoufiq di TV pemerintah Al Oula, Rabu (26/2/2025).

Curah hujan Maroko tahun 53 persen lebih rendah dari rata-rata 30 tahun terakhir. Rendahnya curah hujan menyebabkan berkurangnya padang rumput untuk pangan ternak.

Turunnya produksi daging mengakibatkan kenaikan harga di pasar tradisional dan meningkatkan impor ternak hidup, domba, dan daging merah. Baru-baru ini, Maroko menandatangani kesepakatan untuk mengimpor hingga 100.000 domba dari Australia.

Pada tahun ini, Maroko menangguhkan bea masuk dan pajak pertambahan nilai atas sapi, domba, unta, dan daging merah untuk menjaga kestabilan harga di pasar domestik. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement