DIAGNOSA -- Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ida Rachmawati Budi G. Sadikin menyampaikan komitmen organisasi ini dalam mendukung program pemerintah terkait cek kesehatan gratis. Program tersebut dihadirkan sebagai hadiah ulang tahun bagi seluruh warga negara Indonesia.
DWP bekerja sama dengan Seruni dan Kementerian Kesehatan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. Ida mengungkapkan bahwa kontribusi DWP bertujuan untuk menciptakan generasi masa depan yang sehat dan lebih percaya diri.
Ia menekankan pentingnya kesehatan anak-anak yang akan menjadi penerus bangsa dan menyambut Indonesia Emas pada tahun 2045. Menurutnya, anak-anak yang sehat akan tumbuh menjadi individu yang memiliki potensi besar dalam membangun negara.
“Ibu memiliki peran penting dalam keluarga, terutama dalam menjaga kesehatan dan pendidikan anak. Hampir 90% kontribusi ibu terhadap anak-anak, dan ini menjadi kunci bagi masa depan kita,” ungkap Ida pada Webinar Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis di gedung Kemenkes, Rabu (26/2).
Ia menambahkan bahwa peran ibu sangat penting dalam masyarakat, tidak hanya untuk keluarga, tetapi juga dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Ida juga mengajak seluruh ibu di Indonesia untuk bersama-sama menyebarkan informasi terkait cek kesehatan gratis ini.
“Dengan ‘The Power of Emak-emak’, kita dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar kita,” ujarnya.
Program cek kesehatan gratis yang disosialisasikan oleh DWP ini, diharapkan dapat menjangkau seluruh ibu di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Dengan bantuan para ibu, informasi ini dapat tersebar lebih luas, membantu masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin memberikan apresiasi kepada DWP dan para ibu yang telah mendukung program ini.
“Peranan ibu-ibu sangat besar. Tanpa dukungan mereka, saya tidak akan bisa menyelesaikan tugas saya dengan baik,” kata Budi dalam sambutannya.
Budi juga menyampaikan visi pemerintah untuk mencapai Indonesia Emas 2045, yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju. Untuk mewujudkan hal tersebut, Budi menegaskan bahwa pendapatan per kapita warga negara Indonesia harus mencapai 14.000 dolar AS, sebuah peningkatan signifikan dari angka sekitar 4.800-5.000 dolar AS saat ini.
Menurut Budi, Indonesia perlu meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat menjadi minimal Rp.18 juta per bulan agar dapat tercapai status negara maju. Saat ini, rata-rata pendapatan per bulan di Indonesia masih sekitar Rp.6 juta.
Menkes juga mengingatkan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada periode puncak bonus demografi, yang diprediksi terjadi antara 2030 hingga 2035.
“Ini adalah periode penting di mana jumlah usia kerja di Indonesia mencapai puncaknya, dan kita harus memanfaatkannya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Budi menekankan bahwa kegagalan untuk memanfaatkan masa bonus demografi ini akan menghambat Indonesia untuk menjadi negara maju.
“Jika kita gagal dalam periode ini, kita akan meninggalkan utang besar bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Puncak bonus demografi ini dianggap sebagai momentum untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui peningkatan pendapatan masyarakat, terutama dengan memastikan kualitas sumber daya manusia yang sehat. Oleh karena itu, Budi mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.
Selain itu, Budi juga mengingatkan bahwa kesehatan bukan hanya soal mengobati penyakit, tetapi juga merupakan gerakan kolektif yang melibatkan seluruh komponen masyarakat.
“Kita harus bersama-sama memastikan bahwa setiap individu di Indonesia memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang baik,” katanya.
Menkes Budi menegaskan bahwa menjaga kesehatan masyarakat merupakan langkah penting untuk mencapai tujuan besar Indonesia Emas 2045.