REPUBLIKA.CO.ID, GAZA CITY — Anak-anak di Jalur Gaza akhirnya menyambut tahun ajaran baru setelah gencatan senjata berlaku sejak 19 Januari 2025 yang mengakhiri agresi penjajah Israel untuk sementara setelah 16 bulan melakukan genosida, demikian menurut otoritas pendidikan setempat.
Dalam pernyataan Kementerian Pendidikan di Gaza, Ahad lalu, siswa-siswa akan kembali bersekolah di gedung sekolah-sekolah yang masih utuh, sudah direnovasi dengan peralatan yang sudah disiapkan. Mereka juga akan belajar di sekolah-sekolah alternatif dan titik-titik pendidikan yang ada di berbagai daerah.
Kementerian juga akan mengupayakan pengadaan kelas daring bagi para pelajar yang masih belum bisa mengikuti pembelajaran di sekolah untuk memastikan mereka tetap melanjutkan pendidikannya.
Meski demikian, kementerian mengakui bahwa tahun ajaran baru di Gaza "dimulai di tengah kehancuran besar dan kekurangan sumber daya yang amat parah."
Otoritas setempat pun mendesak organisasi HAM untuk menekan Israel supaya mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang dapat menunjang aktivitas pendidikan di Gaza. Menurut data otoritas Palestina, sebanyak 85 persen dari seluruh sekolah di Gaza tak bisa beroperasi karena hancur dibom Israel.