Kamis 27 Feb 2025 17:29 WIB

Ketika Sahabat Nabi Tolak Tawaran Jadi Raja

Keimanannya diuji dengan tawaran separuh kerajaan Romawi.

Ilustrasi Sahabat Nabi.
Foto: Republika
Ilustrasi Sahabat Nabi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Inilah kisah salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan keteguhan iman dan Islam. Namanya, Abdullah bin Khudhafah as-Sahmy. Pada era Khalifah Umar bin Khaththab, berlangsung jihad, yakni pasukan Muslimin melawan tentara Romawi.

Umat Islam kala itu membela kedaulatan di daerah-daerah perbatasan yang kerap dirongrong pasukan Romawi. Saat perang sedang berkecamuk, Abdullah bin Khudhafah as-Sahmy tertangkap.

Baca Juga

Sebagai tawanan, dia lantas dihadapkan pada kaisar (atau gubernur) Romawi saat itu. "Maukah kamu memeluk agama Nasrani?" tanya interogator.

"Seandainya kamu mau (menjadi orang Kristen), maka akan kuberikan separuh wilayahku ini kepadamu," imbuh sang kaisar.

Yang ditanya tidak bergeming. As-Sahmy lantas menjawab tegas, "Seandainya kamu memberikan kepadaku seluruh kerajaanmu dan seluruh harta kekayaanmu plus segala yang dimiliki bangsa Arab, maka niscaya aku tidak akan berpaling sedikit pun dari Islam, agama yang dibawa Nabi Muhammmad SAW ini."

Kaisar murka mendengarnya. "Kamu harus dibunuh kalau begitu," seru dia.

"Lakukan apa pun semaumu. Aku tetap dalam imanku," ujar Abdullah as-Sahmy.

Kemudian Abdullah disalib, lalu dipanah dekat kedua tangan dan kakinya. Akan tetapi, setiap kali ditawari supaya meninggalkan agamanya, dia selalu menolaknya dengan tegas.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement