REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Permohonan tunjangan pengangguran AS naik ke level tertinggi dalam tiga bulan pada pekan lalu. hal ini seiring langkah pemerintahan Presiden AS Donald Trump melakukan PHK besar-besaran terhadap pegawai federal di AS.
Jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran naik 22.000 menjadi 242.000 untuk pekan yang berakhir 22 Februari, merujuk Departemen Tenaga Kerja AS pada Kamis. Analis memproyeksikan bahwa 220.000 permohonan baru akan diajukan.
Permohonan mingguan untuk tunjangan pengangguran dianggap sebagai proksi PHK. Rata-rata empat minggu, yang menyeimbangkan beberapa volatilitas minggu ke minggu, naik sebesar 8,500 menjadi 224,000.
Beberapa analis mengatakan mereka memperkirakan PHK yang diperintahkan oleh Departemen Efisiensi Pemerintah akan muncul dalam laporan dalam beberapa pekan mendatang.
Pada Rabu, para pejabat senior AS menggerakkan pemerintah untuk melakukan perampingan melalui sebuah memo yang secara signifikan memperluas upaya Presiden Donald Trump untuk mengurangi jumlah angkatan kerja. Ribuan pegawai masa percobaan telah dipecat, dan kini pemerintahan Partai Republik mengalihkan perhatiannya kepada pejabat karier yang mendapat perlindungan pegawai negeri.
Instansi-instansi pemerintah telah diarahkan untuk menyampaikan rencana mereka selambat-lambatnya pada 13 Maret yang dikenal sebagai pengurangan tenaga kerja. Kebijakan itu tidak hanya akan memberhentikan karyawan tetapi juga menghilangkan posisi secara keseluruhan.
Meskipun menunjukkan tanda-tanda pelemahan selama setahun terakhir, pasar tenaga kerja diklaim tetap sehat dengan banyaknya lapangan kerja dan relatif sedikit PHK. Awal bulan ini, Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa pemberi kerja di AS menambah 143.000 pekerjaan di bulan Januari, jauh lebih sedikit dibandingkan dengan penambahan pekerjaan di bulan Desember sebesar 256.000 pekerjaan. Namun, tingkat pengangguran turun hingga 4 persen, menandakan pasar tenaga kerja masih sangat sehat.
Pada akhir bulan Januari, Federal Reserve tidak lagi menggunakan suku bunga acuan pinjamannya setelah melakukan tiga kali pemotongan pada akhir tahun 2024. Pejabat Fed memantau dengan cermat inflasi dan pasar tenaga kerja untuk mencari tanda-tanda potensi melemahnya perekonomian. Mereka memperkirakan hanya dua kali penurunan suku bunga tahun ini, turun dari proyeksi sebelumnya sebanyak empat kali.

Tuntutan pemerintahan Trump agar lembaga-lembaga federal berencana melakukan pengurangan secara radikal didorong oleh tokoh kunci dalam gerakan konservatif yang telah lama merencanakan langkah ini: Russell Vought.
Pada masa jabatan pertama Trump, Vought adalah pemain di belakang layar yang akhirnya menjadi direktur Kantor Manajemen dan Anggaran yang berpengaruh namun kurang dihargai. Dia kembali menjabat pada masa jabatan kedua Trump setelah menjadi penulis utama Project 2025, cetak biru pemerintahan konservatif yang Trump tekankan selama kampanye tahun 2024 bukan bagian dari agendanya.
Memo yang ditandatangani bersama oleh Vought pada Rabu adalah pernyataan paling jelas mengenai kekuasaannya dan tulisan penting terbaru bagi seseorang yang berpendapat bahwa birokrasi federal merupakan ancaman nyata bagi negara itu sendiri dan bahwa birokrasi harus dirampingkan secara drastis.