Jumat 28 Feb 2025 13:37 WIB

Hari Ini Terakhir Diskon, PLN: Maret Tarif Listrik Kembali Normal

Diskon 50 persen token listrik akan berakhir 28 Februari 2025 pukul 23.59 WIB.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Warga memasukkan pulsa token listrik di salah satu indekos di kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara.
Foto: ANTARA/M RISYAL HIDAYAT
Warga memasukkan pulsa token listrik di salah satu indekos di kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Gregorius Adi Trianto menyampaikan, per 1 Maret 2025, tarif listrik berlaku normal sesuai dengan ketetapan tarif adjustment triwulan I tahun 2025. Adapun tarif diskon selama Januari-Februari 2025 terakhir hari ini.

"Setelah berakhirnya masa diskon, maka per tanggal 1 Maret 2025, tarif listrik berlaku normal sesuai dengan ketetapan tarif adjustment triwulan I tahun 2025," ujar Greg ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Baca Juga

Greg menjelaskan, paket stimulus ekonomi berupa potongan tarif listrik 50 persen bagi pelanggan rumah tangga daya 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA merupakan kebijakan dari pemerintah. "Program ini diberlakukan bulan Januari dan Februari 2025," katanya

Paket stimulus ekonomi tersebut tidak diperpanjang oleh pemerintah selepas Februari 2025. Oleh karena itu, pada Maret 2025, tarif listrik kembali normal. Berikut adalah tarif normal dari masing-masing batas daya, dikutip dari ketetapan tarif adjustment Triwulan I tahun 2025:

900 VA sebesar Rp 1.352 per kVArh, 1.300 VA sebesar Rp 1.444,70 per kVArh, 2.200 VA sebesar Rp 1.444,70 per kVArh, 3.500 VA-5.500 VA sebesar Rp 1.699,53 per kVArh, dan 6.600 VA ke atas Rp 1.699,53 per kVArh. Bagi pelanggan yang ingin diskon token listrik, bisa memanfaatkannya hingga Jumat pukul 23.59 WIB.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, pemberian diskon sebesar 50 persen untuk tarif listrik pelanggan rumah tangga PT PLN (Persero) dengan daya sampai dengan 2.200 VA, tidak diperpanjang. Kebijakan itu hanya berlaku selama dua bulan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement