Jumat 28 Feb 2025 15:29 WIB

Tradisi Unik Jelang Ramadhan dari Berbagai Daerah di Indonesia

Tradisi ini menjadi bentuk syukur dan persiapan menyambut bulan Ramadhan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Qommarria Rostanti
Umat Islam makan bersama dalam satu wadah dalam tradisi Megibung.
Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Umat Islam makan bersama dalam satu wadah dalam tradisi Megibung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menjelang bulan suci Ramadan, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi khasn untuk menyambut momen spesial ini. Tradisi yang dilakukan secara turun-temurun ini bukan hanya sekadar seremonial, namun juga bentuk syukur dan persiapan menyambut bulan penuh berkah.

Berikut ini tujuh  tradisi menyambut Ramadan di Indonesia, seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata, Jumat (28/2/2025):

Baca Juga

1. Nyorog (Jakarta)

Dalam menyambut Ramadan, masyarakat asli Jakarta atau suku Betawi memiliki tradisi yang masih dilestarikan sampai sekarang yaitu Nyorog. Ini merupakan kegiatan memberikan bingkisan makanan kepada anggota keluarga yang lebih tua, baik itu orang tua atau mertua yang sudah berbeda rumah maupun ke tokoh daerah setempat.

Tradisi Nyorog dimaknai sebagai upaya menjalin silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar sesama.

2. Cucurak (Jawa Barat)

Cucurak dalam bahasa Sunda diartikan sebagai bersenang-senang dan berkumpul bersama keluarga besar dalam menyambut bulan suci Ramadan. Selain berkumpul, tradisi Cucurak biasanya diisi dengan makan bersama beralas daun pisang sambil duduk lesehan. Menu yang disajikan mulai dari nasi liwet, tempe, ikan asin, serta sambal dan lalapan.

Menurut kepercayaan masyarakat Sunda, tradisi Cucurak tidak hanya sebagai kegiatan kumpul-kumpul dan makan bersama saja. Tapi menjadi momen silaturahmi dan ajakan untuk saling bersyukur atas segala rezeki yang diberikan Allah Swt.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement