Jumat 28 Feb 2025 21:25 WIB

Retret di Akmil, Khofifah Rincikan Pesan Kunci Pembangunan Daerah

Khofifah komitmen sinergikan Nawa Bhakti Satya dan Astacita.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Foto: Muhammad Noor Alfian Choir/Republika
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen provinsinya untuk mensinergikan program Nawa Bhakti Satya dengan Astacita guna mendukung pembangunan daerah.

"Sebetulnya ini saling berbagi, tidak ada yang lebih, hanya mungkin ada yang lebih duluan, lebih berpengalaman. Ini saling melengkapi, dan kita ingin keunggulan kompetitif serta komparatif dari masing-masing daerah bisa tereksplorasi dengan baik," ujarnya usai menuntaskan rangkaian agenda Retret Kepala Daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang, seperti keterangan diterima di Surabaya, Jumat.

Baca Juga

Menurut dia, retret menjadi momentum penting bagi kepala daerah untuk mengintegrasikan pola pikir secara sistemik dan programatik dalam pemerintahan.

"Itu tidak mudah, perlu konsolidasi pemikiran serta program agar sistem pemerintahan dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota tetap selaras," katanya.

Khofifah menyoroti perlunya perincian lebih lanjut terhadap beberapa poin dalam Asta Cita, khususnya Asta Cita kedua yang berkaitan dengan ketahanan pangan, energi, dan air.

"Ketahanan pangan bisa dipetakan secara lebih detail dan tidak harus merujuk pada satu komoditas. Potensi lokal masing-masing daerah bisa dikembangkan, seperti palawija, ayam pedaging dan petelur, serta daging sapi," tuturnya.

Ia menambahkan Jawa Timur siap menjadi mentor bagi daerah lain dalam pengembangan sektor peternakan.

"Di Singosari, Malang, terdapat Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) milik Kementerian Pertanian yang menjadi faktor tingginya populasi sapi di Jawa Timur. Ekosistemnya sudah terbangun dengan baik, dan kami siap menjadi mentor agar swasembada daging bisa tercapai," ucapnya.

Selain itu, Astacita keempat yang menyoroti peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam pendidikan, kesehatan, serta sains dan teknologi juga menjadi perhatian.

Begitu pula dengan Astacita keenam terkait pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan penurunan kemiskinan.

"Tentu jika bisa dibuat lebih detail, akan lebih memudahkan sinergi program di tingkat nasional, regional, maupun lokal," tambahnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya inovasi dalam pembiayaan pembangunan atau innovative financing bagi kepala daerah, terutama dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden terkait efisiensi anggaran.

"Inovasi pembiayaan harus dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat mengoptimalkan efisiensi tanpa mengganggu capaian target indikator kinerja utama (IKU)," katanya.

Ia pun memandang Retret Kepala Daerah sebagai ajang silaturahmi strategis yang melibatkan banyak pemimpin daerah dengan berbagai agenda penting.

"Saya sendiri harus melakukan penjadwalan ulang dengan DPRD Jawa Timur terkait penyampaian visi-misi karena adanya serah terima jabatan di kabupaten/kota yang harus dilakukan maksimal 14 hari kerja setelah pelantikan," ujarnya.

Menjelang bulan Ramadhan 1446 Hijriah, Khofifah mengimbau masyarakat untuk menjaga stabilitas harga pangan dengan tidak melakukan pembelian berlebih atau panic buying.

"Para pedagang juga saya harapkan tidak melakukan penimbunan agar harga tetap stabil," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement