REPUBLIKA.CO.ID, AMMAN — Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Yordania Abdullah II membahas krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina, serta mendesak di adakannya gencatan senjata di wilayah tersebut.
Pembicaraan kedua pemimpin itu berlangsung dalam pertemuan empat mata (tête à tête) yang digelar di Istana Al Husseiniya, Amman, Yordania, Senin, waktu setempat.
"Kita bicara masalah Gaza, bagaimana kita bisa membantu dari segi kemanusiaan, juga kita mendesak segera ada gencatan senjata," ujar Prabowo kepada wartawan usai pertemuan tersebut.
Prabowo menegaskan komitmen untuk mendorong perdamaian dan memperluas bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina yang terdampak konflik.
"Kita akan menawarkan apa yang bisa kita bantu untuk mempercepat proses perdamaian," kata Presiden.
Selain isu Gaza, kedua pemimpin juga membahas penguatan kerja sama bilateral di sejumlah bidang, seperti pendidikan, sains, teknologi, dan ekonomi.
Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia membeli banyak fosfat dan potasium dari Yordania untuk kebutuhan pupuk di tanah air.
"Kita di sini kita beli banyak fosfat, potas untuk pupuk kita, salah satu termurah di dunia," kata Prabowo.
Presiden Prabowo dan Raja Abdullah II memimpin pertemuan bilateral antara Pemerintah RI dan Pemerintah Yordania di Istana Al Husseiniya, Senin.