
Jumat , 01 Dec 2023, 12:55 WIB
TKN Prabowo-Gibran Minta Perkara Kebocoran Data Pemilih Diusut Tuntas

Jumat , 01 Dec 2023, 07:35 WIB
KPU Nonaktifkan Akun Pengguna Sistem Buntut Peretasan

Jumat , 01 Dec 2023, 07:00 WIB
Karikatur Opini Republika: Data Pribadi DPT Bocor

Kamis , 30 Nov 2023, 07:24 WIB
Kebocoran DPT Bisa Turunkan Kepercayaan pada Hasil Pilpres 2024

Rabu , 29 Nov 2023, 17:53 WIB
TPN Ganjar-Mahfud Ingatkan KPU, Kasus Jimbo Bisa Ganggu Legitimasi Hasil Pemilu 2024

Rabu , 29 Nov 2023, 17:43 WIB
204 Juta Data Pemilih Pemilu 2024 Diduga Bocor

Rabu , 29 Nov 2023, 17:35 WIB
Menkominfo: Motif Pencurian DPT Murni Komersial, Bukan Politik

Rabu , 29 Nov 2023, 16:22 WIB
Komisi I Sebut KPU Bisa Dipidana Jika Ada Kebocoran Bocor

Rabu , 29 Nov 2023, 15:09 WIB
Dugaan Kebocoran DPT, Menkominfo: Motifnya Ekonomi

Rabu , 29 Nov 2023, 14:51 WIB
Website KPU Maintenance Saat Data Pemilih Diduga Bocor dan Dijual

Rabu , 29 Nov 2023, 14:42 WIB
'Jika Jimbo Bisa Retas Laman KPU dan Curi DPT, Hasil Rekap Suara Pemilu Juga Bisa Diubah'

Rabu , 29 Nov 2023, 14:28 WIB
KPU Masih Telusuri Kebocoran Data Pemilih di Pemilu 2024

DPT Diduga Bocor, Pakar: Perlu Audit Sistem Keamanan dan Server KPU
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG--Pakar keamanan siber Pratama Persadha menilai perlu melakukan audit dan forensik terhadap sistem keamanan serta server Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI. Hal ini sehubungan dengan dugaan 204 juta data daftar pemilih tetap (DPT) bocor, kemudian peretas menjual data tersebut."Masih perlu audit dan forensik terhadap sistem dan server KPU ini guna memastikan titik serangan peretas untuk mendapatkan data pemilih...