
Ahad , 09 Apr 2023, 19:15 WIB
PWI Kepri Minta Pemda Jalin Kemitraan dengan Media Terverifikasi

Rabu , 22 Feb 2023, 19:40 WIB
Pilih Mana, Jurnalis atau Kreator Konten?

Selasa , 06 Dec 2022, 13:29 WIB
Dewan Pers Bentuk Timsus Pengaduan Pemberitaan Pemilu

Jumat , 04 Nov 2022, 20:47 WIB
Berapa Jumlah Pasal dalam Kode Etik Jurnalistik?

Selasa , 04 Oct 2022, 18:18 WIB
Pengaduan Meningkat, Dewan Pers Minta Jurnalis Tingkatkan Profesionalisme

Senin , 04 Jul 2022, 23:24 WIB
Pakar: Ciptakan Jagat Maya Tentram dengan Jaga Netiket

Senin , 13 Dec 2021, 14:34 WIB
Tingkatkan Mutu Wartawan di Surabaya, UKW FISIP UMJ Gelar Uji Kompetensi

Kamis , 28 Jan 2021, 04:33 WIB
Media Berperan Perangi Berita Hoaks dan Radikalisme

Rabu , 08 Feb 2017, 20:43 WIB
DPR: Pers adalah Urat Nadi Pembangunan

Senin , 28 Mar 2016, 10:31 WIB
PWI: Wartawan Harus Unggul dalam Kode Etik

Rabu , 26 Aug 2015, 13:02 WIB
PWI: Media Jangan Ambil Mentah-Mentah Informasi Media Sosial

Jumat , 13 Jun 2014, 13:59 WIB
Jurnalis Harus Pegang Teguh Kode Etik Saat Pilpres

'Pisahkan Wartawan dengan Pencari Iklan'
REPUBLIKA.CO.ID, BATAM--Ketua Dewan Pers Bagir Manan menegaska fungsi wartawan dengan pencari iklan harus dipisahkan. Dua hal itu berbeda dan berdasarkan etika profesi tidak boleh disatukan.Fungsi utama wartawan, kata Bagir adalah membuat berita, sedangkan pemasukan uang iklan untuk menopang biaya perusahaan merupakan tugas bagian pemasaran.Bagir menekankan itu pada Sosialisasi Nota Kesepahamanan antara Dewan Pers, Kepolisian Republik Indonesia, serta Kejaksaan Agung...