Ribuan pengendara ojek online (ojol) dan taksi online melakukan aksi di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (25/6/2024). Mereka menolak tarif murah dan meminta agar pemerintah mendorong perusahaan aplikasi menaikkan tarif bagi ojol sesuai dengan peraturan pemerintah. Mereka mengatakan pengemudi taksi online hanya menerima Rp 2.500 per kilometer dari tarif bawah sebesar Rp 3.500. Sedangkan pengendara ojek online hanya menerima Rp 1.500 per kilometer dari tarif bawah 2.500.

Masuk Kategori UMKM, Ojek Online Dipastikan Tetap Dapat Subsidi BBM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman memastikan bahwa pengemudi ojek online tetap berhak mendapatkan subsidi BBM. Pernyataan ini sekaligus membantah kabar tentang kemungkinan pencabutan subsidi BBM untuk pengemudi ojek online. “Ojek online masuk dalam kategori usaha mikro. Oleh karena itu, saya tegaskan bahwa mereka tetap berhak mendapatkan alokasi BBM bersubsidi untuk aktivitas keseharian mereka,” kata...

Ribuan pengendara ojek online (ojol) dan taksi online melakukan aksi di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro, Kota  Bandung.

Pakar Transportasi Sarankan Pemerintah Sediakan Aplikasi Ojek Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ribuan ojek online (ojol) di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi bakal melakukan demonstrasi dan aksi off bid pada Kamis (29/8/2024) besok. Aki damai ini berkaitan dengan penurunan pendapatan mitra pengemudi. Para pengemudi merasa tidak puas dengan kebijakan aplikator. Sehingga mereka mendesak adanya payung hukum yang kuat untuk mengatur semuanya, termasuk pelindungan sosial ketenagakerjaan. Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno memberi...