![[Ilustrasi] Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman berpelukan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh usai melakukan pertemuan di Kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10).](https://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/1572439032-Presiden-PKS-Mohamad-Sohibul-I.jpeg)
Senin , 04 Nov 2019, 11:32 WIB
Pengamat: Manuver Politik Nasdem karena Situasi Politik

Ahad , 03 Nov 2019, 14:11 WIB
Nasdem Sedang Berhitung Jelang Pilkada 2020 dan Pilpres 2024

Jumat , 01 Nov 2019, 15:48 WIB
PAN Buka Peluang Berkoalisi dengan Nasdem dan PKS

Jumat , 01 Nov 2019, 14:01 WIB
Syarief Hasan: Demokrat Belum Ada Ajakan Bertemu dari Nasdem

Kamis , 31 Oct 2019, 21:44 WIB
PDIP Ingatkan Parpol Koalisi Sukseskan Pemerintahan Jokowi

Kamis , 31 Oct 2019, 19:06 WIB
PKS Belum Bahas Koalisi dengan Nasdem

Kamis , 31 Oct 2019, 00:03 WIB
PKS-Nasdem Buka Kemungkinan Berkoalisi pada 2020 dan 2024

Rabu , 30 Oct 2019, 20:19 WIB
Nasdem Hargai Sikap PKS Sebagai Oposisi

Rabu , 23 Oct 2019, 19:47 WIB
Peneliti LIPI: Penyeimbang Pemerintahan di Parlemen Lemah

Kamis , 17 Oct 2019, 18:42 WIB
Nasdem: Jokowi Punya 4 Pertimbangan Terima Anggota Baru

Kamis , 17 Oct 2019, 18:26 WIB
Fraksi PKS Safari ke Sejumlah Fraksi Pendukung Jokowi

Kamis , 17 Oct 2019, 07:02 WIB
Oposisi Fungsional Bukan Sensasional

Prabowo Sudah Hitung Risiko Jika Gabung ke Pemerintah
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjunta mengatakan Prabowo telah menghitung risiko jika partainya gabung ke pemerintah. Karena itu, tugas kader Gerindra nantinya menjelaskan langkah politik Prabowo tersebut. Dahnil mengatakan, setiap langkah yang dilakukan Prabowo adalah untuk kepentingan bangsa. "Secara politik Pak Prabowo memahami bahwa sebagian pendukung tidak paham langkah politik Pak Prabowo,"...