Seorang anak Palestina berdiri di depan rumahnya yang hancur di lingkungan Al-Zaytoun di Kota Gaza, Palestina, Jumat (14/2/2025). Warga Palestina melanjutkan kehidupan sehari-hari mereka dalam kondisi yang sulit. Lebih dari 90 persen rumah dan 88 persen sekolah rusak atau hancur, belum lagi pemboman jalan, rumah sakit, peternakan dan fasilitas pengolahan air. Laporan UNDP yang dirilis tahun lalu mengatakan bahwa rekonstruksi Gaza mungkin memerlukan waktu setidaknya hingga tahun 2040.

In Picture: Membangun Kembali Kehidupan Diantara Reruntuhan Bangunan di Gaza

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Warga Palestina tinggal di reruntuhan rumah yang hancur di kota Khan Yunis, Gaza, Ahad (16/2/2025). Warga Palestina telah kembali ke rumah mereka pasca adanya genjatan senjata. Namun mereka dihadapkan pada persoalan membangun kembali tempat tinggal mereka yang sebagian besar hancur akibat serangan darat dan udara Israel. Warga Gaza, kini hidup diantara reruntuhan bangunan, mencoba membangun kembali rumah-rumah mereka...

Warga Palestina berjalan kaki (ilustrasi). Arab Saudi mengecam usulan Benjamin Netanyahu yang meminta warga Palestina mendirikan negara di Arab Saudi.

Usulan Netanyahu Agar Warga Palestina Pindah ke Tanah Saudi Tuai Kecaman

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Pemerintah Arab Saudi pada Ahad (9/2/2025) mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini, yang menyerukan pemindahan warga Palestina ke negara tersebut. Dalam sebuah pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arab Saudi menegaskan kembali penolakan kategoris terhadap retorika semacam itu, dengan menekankan bahwa “rakyat Palestina memiliki hak atas tanah mereka, dan mereka bukanlah penyusup atau...