
Selasa , 18 Dec 2018, 13:47 WIB
Imam Besar Istiqlal Sarankan Umat tak Berpoligami

Selasa , 18 Dec 2018, 13:32 WIB
MUI Imbau Politisi tak Produksi Isu SARA saat Kampanye

Senin , 17 Dec 2018, 22:31 WIB
Ikatan Pesantren: Poligami Tak Tabrak Hukum Mengapa Ditolak?

Senin , 17 Dec 2018, 21:53 WIB
Didin Hafidhuddin: Ulama Sepakat Poligami Bagian Islam

Senin , 17 Dec 2018, 20:28 WIB
Rian: Penolakan PSI Terhadap Poligami Masih Sebatas Internal

Senin , 17 Dec 2018, 17:11 WIB
Partainya Tolak Perda Syariah, Ketua PSI Gowa Mundur

Senin , 17 Dec 2018, 13:04 WIB
PSI dan Tema-Tema Kontroversial yang Diusungnya

Senin , 17 Dec 2018, 09:49 WIB
KH Cholil: PSI dan Komnas Perempuan tak Mengerti Islam

Senin , 17 Dec 2018, 09:31 WIB
Sukarno, Tokoh Islam, Aidit: Kisah Geger Poligami

Senin , 17 Dec 2018, 09:11 WIB
MUI: Poligami Boleh Asal Adil

Senin , 17 Dec 2018, 07:10 WIB
Ketua PP Muhammadiyah: Islam Membolehkan Poligami

Senin , 17 Dec 2018, 06:49 WIB
Dibanding Poligami, Gerindra Sarankan PSI Urus Prostitusi

Soal Poligami, PSI Dinilai Sengaja Ciptakan Kontroversi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah menolak adanya Peraturan Daerah (Perda) Syariah dan injil, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali mengeluarkan wacana kontroversial. Kali ini partai baru itu mewacanakan pelarangan poligami bagi pejabat publik hingga aparatur sipil negara apabila lolos parlemen. Praktis wacana ini menimbulkan polemik, tidak sedikit yang tidak sepakat dengan misi tersebut. Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Brawijaya Malang, Anang Sudjoko...