
Jumat , 26 Nov 2021, 14:52 WIB
Selasa , 03 Oct 2023, 00:38 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Mahkamah Konstitusi menolak lima perkara yang menggugat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang (UU...
Senin , 29 Nov 2021, 14:50 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva mengapresiasi putusan dari lembaga yang pernah dipimpinnya terhadap Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Menurut dia, setidaknya ada tiga alasan mengapa omnibus law tersebut diputuskan inkonstitusional bersyarat. Pertama adalah metode omnibus law yang digunakan untuk membentuk UU Cipta Kerja. Padahal, mekanisme tersebut tak diatur dalam Undang-Undang Nomor 12...
Ahad , 28 Nov 2021, 07:43 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menyikapi...
Jumat , 26 Nov 2021, 18:28 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti...
Jumat , 26 Nov 2021, 15:37 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Menteri Hukum dan HAM yang...
Jumat , 26 Nov 2021, 14:52 WIB