Cegah Covid-19, Masjid di Kota Malang Ditutup Sementara

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Yusuf Assidiq

Masjid Al-Waqar di Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang, ditutup sementara, Senin (17/5).
Masjid Al-Waqar di Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang, ditutup sementara, Senin (17/5). | Foto: Wilda Fizriyani

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Perumahan Bukit dan Permata Hijau, Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang, terus bertambah. Tercatat, total kasus positif Covid-19 terkini di wilayah tersebut sudah mencapai 21 orang.

Penambahan jumlah kasus dilaporkan setelah pemerintah daerah setempat mengadakan tracing dan testing. Langkah ini terutama ditujukan kepada jamaah Masjid Al-Waqar, Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang. "Ada tambahan tiga, total ada 21 (orang terpapar Covid-19)," kata Lurah Tlogomas, Andi Aisyah Muhsin, kepada wartawan di Kota Malang, Senin (17/5).

Ia menjelaskan, kasus Covid-19 pertama dilaporkan oleh warga pada 10 Mei lalu. Salah seorang jamaah Tarawih mengaku dua anaknya telah terpapar Covid-19. Namun hasil pemeriksaan yang bersangkutan saat itu belum keluar.

Berdasarkan laporan yang diterima, Wali Kota Malang, Sutiaji menambahkan, orang tua dari anak yang terpapar Covid-19 tidak memiliki banyak aktivitas. Yang bersangkutan lebih sering beraktivitas antara masjid dan rumah.

Mengenai protokol kesehatan (prokes) di masjid, Sutiaji mengaku, belum mengetahui pasti informasi sebenarnya. Sebab, dia bukan termasuk jamaah di Masjid Al-Waqar, Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang.

Selanjutnya, dia bersama jajarannya akan mencari tahu lebih lanjut mengenai masalah tersebut. Hal yang pasti, prokes Covid-19 harus dilakukan seketat mungkin.

"Seperti ketika masuk orang dari luar, bisa dilihat dia pakai cuci tangan atau tidak. Kalau pakai protokol kesehatan mesti sajadahnya pasti bawa sendiri. Jadi transmisi sudah terhalangi oleh protokol kesehatan," jelasnya.

Ia telah meminta dinas terkait untuk melakukan tracing dan testing semasif mungkin. Dalam hal ini termasuk memastikan penyebaran awal Covid-19 di Perumahan Bukit dan Permata Hijau. Kemudian juga laporan jenis Covid-19 yang telah menginfeksi jamaah Masjid Al-Waqar.

Saat ini, kata Sutiaji, aktivitas di Masjid Al-Waqar telah dihentikan sementara. Penutupan ini setidaknya akan belangsung selama 14 hari ke depan.  Langkah ini dilakukan dalam rangka sterilisasi dari penyebaran Covid-19.

Pihaknya juga meminta jamaah untuk tidak berpindah ke tempat ibadah lain. Hal ini dikhawatirkan orang-orang tersebut akan membawa Covid-19 ke masyarakat lain.

"Dan ini perlu pemahaman seluruh masyarakat, saya mohon untuk menyadarkan orang-orang yang masih tetap ngotot melakukan itu. Ingatlah bahwa Allah tidak melihat apa yang nampak dari kita, tapi yang dilihat apa yang tertuang di dalamnya," ujar dia.

Untuk diketahui, 18 warga yang terpapar Covid-19 telah dikarantina di RS Lapangan Idjen Boulevard, Safe House Pemkot Malang, Safe House milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan RS Hermina. Sementara untuk tiga warga lainnya masih menjalankan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Total kasus positif Covid-19 di Kota Malang telah mencapai 6.551 orang, Ahad (16/5). Dari jumlah tersebut, 596 orang meninggal dan 5.929 orang dinyatakan sembuh. Sementara untuk 26 orang lainnya masih dalam perawatan dan isolasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Terkait


Muhammadiyah Siapkan Antisipasi Kenaikan Kasus Covid-19

Kasus Covid-19 di Wirobrajan Naik Jadi 30 Kasus

Tanah Abang Sepi Pengunjung Hari Keempat Libur Lebaran

Arab Saudi Buka Jalur King Fahd untuk Wisatawan Bahrain

2.000 Jenazah Ditemukan di Tepi Sungai Gangga

Republika Digital Ecosystem

Kontak Info

Republika Perwakilan DIY, Jawa Tengah & Jawa Timur. Jalan Perahu nomor 4 Kotabaru, Yogyakarta

Phone: +6274566028 (redaksi), +6274544972 (iklan & sirkulasi) , +6274541582 (fax),+628133426333 (layanan pelanggan)

[email protected]

Ikuti

× Image
Light Dark