Kenangan Berdarah Enrique Saat Jumpa Italia 27 Tahun Silam

Sejak Piala Dunia 1994, Enrique tak pernah lagi menghadapi Italia selama kariernya.

AP/Martin Meissner
Pelatih timnas Spanyol Luis Enrique.
Rep: Eko Supriyadi Red: Endro Yuwanto

REPUBLIKA.CO.ID, MADRID -- Luis Enrique mungkin masih belum lupa ketika jersei Spanyol yang dikenakannya penuh dengan darah. Itu merupakan momen-momen terakhir saat Spanyol kalah 1-2 dari Italia pada Piala Dunia 1994.

Pertandingan tersebut akan kembali terulang saat Spanyol jumpa Italia di semifinal Euro 2020, Rabu (7/7). Laga ini tentu mengingatkan pelatih Spanyol tersebut pada peristiwa 27 tahun silam, saat Mauro Tassotti menyikut wajahnya.

Wajah Enrique pun langsung dipenuhi darah karena hidungnya patah. Sejak peristiwa 9 Juli 1994 di Foxboro Stadium tersebut, Enrique tak pernah lagi menghadapi Italia selama kariernya sebagai pemain, bahkan saat menjadi pelatih sampai saat ini.

Dalam insiden tersebut, Luis Enrique kesal. Ia ingin Spanyol mendapatkan penalti karena Tassotti menyikut wajahnya. Namun, wasit Javier Clemente dinilai terlalu takut menunjuk titik putih karena suporter Italia yang hadir saat itu lebih banyak.

''Luis Enrique ingin membunuh wasit dan Tassotti karena fisioterapis Spanyol Senen Cortegoso mengingat kemarahan Enrique saat itu," dikutip dari Marca, Senin (5/7).

Setahun kemudian, Enrique dan Tassotti pun berdamai. Saat Enrique melatih AS Roma, Tassotti menjadi asisten di AC Milan. Keduanya saling bersalaman sebelum pertemuan domestik. Mantan pemain Italia tersebut juga meminta maaf.

Setelah 17 tahun peristiwa itu, Enrique mengaku tak memiliki masalah dengan Tassotti. ''Sejak saat itu, 17 tahun telah berlalu dan itu artinya kami 17 tahun lebih tua. Hal seperti ini terjadi di lapangan dan itu tetap berada di sana,'' kata Enrique.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Berita Terpopuler