Eye Floaters Terasa Sangat Mengganggu Penglihatan, Haruskah Dioperasi?

Eye floaters dapat mengganggu penglihatan dan memengaruhi kualitas kehidupan.

Republika/Desy Susilawati
Mengucek mata (Ilustrasi). Penderita eye floaters dapat merasakan kesulitan membaca, mengemudi, bahkan untuk sekadar melihat langit yang cerah.
Rep: Santi Sopia Red: Reiny Dwinanda

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eye floaters merupakan kondisi perubahan pada mata yang muncul seiring bertambahnya usia, namun kerap diabaikan sebagian orang. Penderitanya akan merasa seperti ada titik-titik, garis berlekuk, atau menyerupai sarang laba-laba kecil yang melayang-layang mengikuti gerakan mata.

Eye floaters dapat mengganggu penglihatan dan bisa sangat memengaruhi kualitas kehidupan sehari-hari. Penderita floaters dapat merasakan kesulitan membaca, mengemudi, bahkan untuk sekadar melihat langit yang cerah.

Bagi orang yang sangat terganggu dengan eye floaters operasi dapat mengatasi kondisi itu. Greg Mason, salah satu penderita eye floaters, mengaku terkadang sampai enggan membuka mata ketika bangun di pagi hari.

Mason merasa ada banyak gangguan yang mengaburkan penglihatannya. Kondisi itu bahkan membuat pria berusia 38 tahun asal Amerika Serikat itu merasa gila.

Baca Juga



"Pergi ke pantai adalah siksaan karena ketika Anda melihat laut di hari yang cerah, Anda melihat semua distorsi ini. Anda hanya menghabiskan seluruh waktu Anda menyipitkan mata atau memutar mata Anda ke kiri atau ke kanan untuk menghindarinya," tulis Mason di media sosial, seperti dikutip dari laman Today, Selasa (2/8/2022).

Mason yang tinggal di Hyde Park, New York, mengatakan bahwa kondisi itu benar-benar memengaruhi hidupnya. Dia mengalami depresi sehingga berkonsultasi ke terapis.

Mason adalah salah satu dari jutaan orang Amerika yang diperkirakan menderita kondisi serupa. Forum Reddit untuk orang yang menderita eye floaters memiliki 5.000 anggota.

Phillip Schofield, pembawa acara TV Inggris, belum lama ini juga menjalani vitrektomi, sebuah operasi untuk menghilangkan eye floaters. Hasilnya membuat dia lebih lega karena bisa kembali melihat langit biru yang cerah setelah bertahun-tahun lamanya.

Sebelum operasi, Schofield menggambarkan penglihatannya sebagai jendela kamar mandi yang kotor dan menutupi mata. Dr Sophie Bakri, ketua oftalmologi di Mayo Clinic di  Rochester, Minnesota mencoba menjelaskan terkait kondisi tersebut dan bagaimana metode penanganannya saat ini.

Apa itu eye floaters?
Menurut National Eye Institute, floaters baru yang muncul tiba-tiba bisa menjadi tanda robekan retina atau ablasi retina. Cairan seperti gel yang mengisi mata, disebut vitreous, terbuat dari asam hialuronat dan kolagen.

Cairan ini merosot seiring bertambahnya usia, menyebabkan untaian kecil saling menempel dan membuat bayangan pada retina, yang dilihat orang sebagai floaters. Bayangan itu bergerak saat mata juga bergerak.

"Eye floaters sangat umum, memengaruhi sekitar 60 persen orang di atas usia 60 tahun," kata Bakri.

Seberapa mengganggu eye floaters?
Biasanya, orang akan mengabaikannya, tetapi sebagian kecil pasien merasa eye floaters sangat mengganggu. Hal itu karena gangguan yang dirasakan sangat persisten.

"Bisa jadi ukuran floaters-nya besar dan posisinya lebih ke tengah," kata Bakri.

Rasa terlalu mengganggu bisa saja terkait dengan kepribadian atau pekerjaan penderitanya. Bakri menyebut, mereka mungkin memiliki kebutuhan yang lebih tinggi untuk penglihatan yang lebih tepat. Akan tetapi, kondisi ekstrem untuk eye floaters cukup jarang ditemukan.

Apa pengobatan untuk eye floaters?
Bakri mengambil pendekatan konservatif dalam hal pengobatan. Saran utamanya adalah belajar mengabaikan floaters, tetapi jika penderita bersikeras bahwa masalahnya benar-benar tidak dapat ditoleransi, maka mereka harus menerima risiko dan manfaat menghilangkan floaters.

Pilihan yang paling pasti adalah operasi vitrektomi. Pasien akan menerima anestesi lokal untuk mematikan syaraf mata dan dokter kemudian membuat sayatan kecil untuk menghilangkan semua gel vitreous dan menggantinya dengan larutan garam yang seimbang.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Berita Terpopuler