Sabtu dan Ahad Puncak Arus Balik, ini Arahan Kapolda Jawa Timur untuk Pemudik
Kapolda Jawa Timur prediksi Sabtu dan Ahad puncak arus balik.
REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI -- Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Nanang Avianto memprediksi puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah diperkirakan terjadi Sabtu (5/4) dan Minggu (6/4).
"Kami prediksi puncak arus balik mulai Sabtu-Minggu, untuk itu kami imbau para pemudik untuk bijak dalam berkendara, apalagi dengan anomali cuaca yang saat ini terjadi," kata Irjen Pol Nanang Avianto saat memantau arus balik H+3 Lebaran 2025 di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat.
Kapolda mengimbau masyarakat tetap waspada dan selalu mengecek kondisi kendaraan dan pastikan kendaraan dalam kondisi baik, termasuk kondisi fisik pengendara/pengemudi.
Irjen Pol Nanang Avianto juga minta masyarakat patuh aturan lalu lintas dan mengikuti petunjuk dan arahan petugas di lapangan.
Peningkatan volume kendaraan, katanya, memungkinkan petugas merekayasa arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan di titik tertentu.
"Silakan diikuti arahan yang diberikan petugas di lapangan, karena sudah dilalui kajian yang sudah dievaluasi, gladi dan disosialisasikan kepada masyarakat," kata Kapolda Jatim.
Ia menambahkan, secara umum di Jawa Timur berdasarkan pantauannya dibandingkan tahun lalu ada penurunan baik arus mudik dan arus balik.
"Kami menyarankan kepada masyarakat memilih waktu terbaik untuk kembali," kata Irjen Pol Nanang Avianto.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan agar para pemudik tetap berhati-hati selama perjalanan balik, selain padatnya lalu lintas saat arus balik, juga kondisi cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini bisa berisiko bagi pengguna jalan.
"Kami mohon semua pengendara khususnya roda dua untuk tetap berhati-hati dan waspada apalagi di tengah kondisi cuaca yang ekstrem akhir-akhir ini. Kalau mengantuk silakan beristirahat dulu di pos-pos yang telah disediakan," tuturnya.
Buka one way
Polda Jawa Tengah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa jalur satu arah atau "one way" pada masa arus balik Lebaran mulai dari gerbang Tol Kalikangkung Semarang hingga Brebes pada Jumat malam. Petugas melakukan sterilisasi jalur B dari wilayah barat hingga gerbang Tol Kalikangkung Semarang sebelum akhirnya jalur satu arah dimulai pada pukul 20.05 WIB.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto mengatakan pembukaan jalur satu arah dilakukan oleh Ditlantas Polda Jawa Tengah. Menurut dia, kepadatan arus lalu lintas dan adanya perlambatan arus menuju Jakarta menjadi salah satu penyebab pemberlakuan jalur satu arah lokal di wilayah Jawa Tengah.
"Rekayasa lalu lintas ini diharapkan bisa mengurai kepadatan arus balik di wilayah Jawa Tengah," katanya.
Sebelumnya, pihak kepolisian sempat memberlakukan sistem lawan arus atau "contra flow" di ruas Tol Semarang-Batang pada Jumat sore. Sistem lawan arah yang dimulai dari KM 390 hingga 385 di wilayah Kabupaten Batang tersebut dilakukan karena peningkatan kepadatan arus di ruas tol Trans Jawa ini yang menuju wilayah barat.
Sementara berdasarkan data Pos Terpadu Gerbang Tol Kalikangkung Semarang, bahwa jumlah kendaraan yang melintas masuk dari arah timur ke barat sejak pukul 06.00 hingga 17.00 WIB tercatat mencapai 33.273 kendaraan.
Arus balik kendaraan di gerbang Kalikangkung mulai menunjukkan peningkatan sejak pukul 09.00 WIB. Kendaraan yang melintas masuk gerbang Tol Kalikangkung mencapai angka di atas 3.000 unit per jam.
Imbas one way
Kepolisian Resor Cirebon Kota, Jawa Barat, menerapkan skala prioritas dalam pengaturan lalu lintas di jalur arteri sebagai respons terhadap lonjakan kendaraan akibat pemberlakuan sistem satu arah (one way) di Tol Cipali dari Kanci menuju Jakarta.
Kepala Polres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar di Cirebon, Jumat, mengatakan peningkatan arus kendaraan terjadi dari dua arah sekaligus, baik dari Jawa Tengah menuju Jakarta, maupun dari arah sebaliknya akibat pembuangan kendaraan dari dalam tol.
“Pasti saja berdampak ke jalan arteri, sehingga terjadi kepadatan,” katanya.
Ia menyebutkan, saat ini pihaknya mengendalikan situasi lalu lintas dengan pengaturan skala prioritas, terutama di titik-titik pertemuan arus padat seperti di sepanjang jalur Kalijaga hingga Kedawung.
Menurut dia, pihak kepolisian secara situasional melakukan penutupan sementara di sejumlah persimpangan, seperti di kawasan Kanggraksan dan Jalan Pemuda, untuk memperlancar pergerakan kendaraan dari dua arah.
Ia menambahkan, jika kondisi lalu lintas semakin padat, pihaknya telah menyiapkan rencana cadangan (plan B) guna mengurai kemacetan di jalur arteri Kota Cirebon.
“Ini sifatnya situasional. Kami prioritaskan dari arah barat ke timur maupun sebaliknya,” ucap dia.
Dia menyebutkan, peningkatan volume kendaraan ini, diprediksi masih terjadi hingga tanggal 7 April 2025 yang menjadi puncak arus milir Lebaran 2025.
“Dibandingkan kemarin, hari ini kami perkirakan lonjakan kendaraan mencapai 30 persen,” ucap dia.
Berdasarkan pantauan di Jalur Pantura Kota Cirebon pukul 22.10 WIB, Jumat malam, kondisi arus lalu lintas di ruas arteri tersebut semakin padat. Kendaraan bisa melaju, namun sedikit terhambat.