Media Yaman Sekak Donald Trump, Bukan Bunuh Pejuang Houthi, Tapi Cuma Kumpulan Suku

AS sudah habiskan uang hingga dekat 1 miliar dolar AS untuk mengebom Houthi.

AP Photo/Osamah Abdulrahman
Pendukung Houthi meneriakkan slogan-slogan selama demonstrasi anti-AS. dan unjuk rasa anti-Israel di Sanaa, Yaman, Senin, 17 Maret 2025.
Red: Teguh Firmansyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump mengunggah video tengan serangan udara AS ke pejuang Houthi yang sedang berkumpul. Trump membuat narasi telah menghancurkan Houthi sehingga milisi itu tidak bisa lagi menyerang AS.

Baca Juga


"Houthi ini berkumpul untuk menunggu instruksi menyerang. Oops, tidak akan ada lagi serangan oleh Houthi ini. Mereka tidak akan lagi menenggelamkan kapal kita lagi," tulis Trump.

Dalam video tampak target berkumpul secara oval. Orang-orang itu sudah berada di garis bidik. Beberapa detik kemudian, kilatan terang muncul di tengah pemandangan, diikuti oleh asap yang mengepul.

Rekaman beralih ke bidikan yang lebih lebar yang memperlihatkan kolom asap di atas lokasi yang tampak terkena dampak.

Namun media Yaman mengatakan bahwa Trump mengebom pertemuan para suku, bukan para pejuang Houthi

"Pengunjung yang datang ke suku-suku yang disambut dalam pertemuan oval seperti ini, yang juga digunakan untuk perayaan Idul Fitri," demikian tulis akun RT melansir media Yaman. 

Dilaporkan CNN, total biaya operasi militer AS terhadap militan Houthi yang didukung Iran di Yaman mendekati 1 miliar dolar AS hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu, meskipun serangan tersebut berdampak terbatas pada penghancuran kemampuan kelompok teror tersebut.

Serangan militer, yang diluncurkan pada 15 Maret, telah menggunakan amunisi senilai ratusan juta dolar untuk menyerang kelompok tersebut, termasuk rudal jelajah jarak jauh JASSM, JSOW, yang merupakan bom luncur berpemandu GPS, dan rudal Tomahawk. Demikian disampaikan oleh sumber di Pentagon.

Menurut pejabat pertahanan, pesawat pengebom B-2 dari Diego Garcia juga digunakan untuk melawan Houthi, dan sebuah kapal induk tambahan serta beberapa skuadron tempur dan sistem pertahanan udara akan segera dipindahkan ke wilayah Komando Pusat.

 

Sementara itu, militer Yaman yang dikuasai Houthi belum menyerah. Selama beberapa jam terakhir, pasukan rudal dan UAV, dengan partisipasi angkatan laut, bentrok dengan sejumlah kapal perang tersebut di Laut Merah utara, termasuk kapal induk Amerika 'Truman' dengan sejumlah rudal jelajah dan pesawat nirawak.

Operasi penargetan, yang berlangsung selama berjam-jam, mencegah musuh melancarkan serangan agresif ke negara kita selama periode penargetan.

Angkatan laut Angkatan Bersenjata melakukan operasi militer menargetkan kapal pasokan Amerika, kapal induk 'Truman' dengan rudal balistik.

Pimpinan, rakyat, dan tentara Yaman dengan gagah berani berjuang dalam pertempuran untuk memenangkan rakyat Palestina yang tertindas, memenuhi tugas agama, moral, dan kemanusiaan.

Angkatan Bersenjata, dengan pertolongan Tuhan, akan terus melaksanakan operasi dukungan dan pertahanan mereka hingga agresi terhadap Gaza berhenti dan pengepungan dicabut.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Berita Terpopuler