Zulkifli Hasan Sebut TMII Sebagai Jendela Bangsa Indonesia
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menutup secara resmi Pekan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Taman Mini Indonesia (TMII). Acara penutupan berlangsung di Sasono Langen Budoyo TMII, Ahad sore (24/4) ditandai dengan memunyikan alat musik Ceng-Ceng.
Menurut Zulkifli, TMII yang berdiri sejak 41 tahun lalu hingga sekarang telah memperkuat karakter bangsa Indonesia. TMII juga berperan memperkuat identitas bangsa Indonesia.
Dia mengatakan, TMII yang digagas oleh Tin Soeharto sebagai mini Indonesia dan sekaligus jendela bagi bangsa Indonesia telah berbuat banyak. TMII adalah wahana pendidikan, wahana promosi, wahana dan pemersatu bangsa. "Kita mengapresiasi TMII, karena telah berbuat untuk bangsa ini," ujar Zulkifli.
TMII adalah contoh sebuah keberagamaan. Keberagaman di TMII, menurut Zulkifli Hasan, bisa kita saksikan berasal dari seluruh Tanah Air. "Keberagaman adalah sumber kekuatan kita," ujarnya.
Zulkifli lalu bercerita ketika menghadiri sebuah acara NTT bersama Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X. Sultan protes karena acara dibuka dengan pemukulan gong, sama di Jawa. "Itu bukan keragaman, tapi menyamakan," cerita Zulkifli Hasan.
Hadir dalam acara penutupan itu Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Direktur Utama TMII AJ. Bambang Sutanto, Dewan Komisaris TMII, Wakil Bupati Bangli, tokoh masyarakat Aceh Abdullah Puteh serta tamu undangan lainnya. Usai penutupan, Zulkifli Hasan bersama tamu lainnya menyaksikan Festival Tari Saman yang digelar di Plasa Tugu Api PancasilaTMII. Festival ini menampilkan 6000 penari.