Denny Indrayana Menangis Didoakan Anak-anak Yatim

Denny Indrayana didoakan jadi pemimpin yang amanah

istimewa/doc pribadi
Denny Indrayana bersama sejumlah anak yatim, saat berbuka bersama bersama anak yatim, Ahad (18/4)
Red: Joko Sadewo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah satu calon gubernur Kalimantan Selatan, DR. H Denny Indrayana tak kuasa menahan tangis saat beberapa anak yatim yang diajaknya berbuka puasa bersama di Cindai Alus mendoakan dirinya.  Denny mengaku sangat terharu ketika perwakilan anak yatim, Giska, dengan khusu' dan hidmat membacakan doanya.


“Yang Allah, Ya Rob,........., khusus untuk Bapak Denny Indrayana, kami mohon jadikan beliau pemimpin kami yang amanah, yang selalu mencintai rakyatnya dan selalu mendekatkan diri kepada Mu,” kata Giska saat berdoa, seperti rilis yang diterima Republika.co.id, Ahad (18/4).

Pembacaan doa semakin terasa haru saat anak-anak yatim itu memanggil kedua orang tuanya yang sudah tiada lewat doa dengan kalimat yang terbata-bata. “Ibu, Ayah....Tenanglah di alam sana. Kepergian mu tak membuat kami kehilangan makan sahur. Kepergianmu tak membuat kami kehilangan menu buka puasa. Dan kepergianmu juga tak membuat kami kehilangan kasih sayang. Karena telah hadir di sini saudara-saudara kami, guru dan pembimbing kami, para orang tua asuh kami dan pemimpin kami, yang juga sama-sama mencitai dan menyayangi kami,”. 

Mendengar doa tersebut, Denny tampak menundukan kepalanya sambil sesekali mengusap air matanya. “Mohon maaf, saya menjadi cengeng kalau sudah bersentuhan dengan anak-anak yatim. Saya sangat terharu, saat anak-anak yang sesungguhnya sebagai para tamu utusan Allah SWT itu membacakan doa buat saya,” ungkapnya.

Sebagai ungkapan terimakasih, Denny pun menyampaikan doa yang sama buat mereka. Ia mendoakan, semoga anak-anak itu diberi kekuatan, kesabaran dan ketegaran dalam menghadapi kelangsungan hidupnya tanpa kedua orang tua. Meskipun, kalau berbicara tentang ketegaran dan kesabaran, anak-anak itu sebenarnya sudah lulus ujian.

“Sebab, kalau kita yang bernasib sama seperti mereka, mungkin saja kita belum tentu sanggup menjalaninya. Sementara, kalau kita lihat anak-anak itu, seperti nya tak ada kesedihan yang berlebihan dari wajah-wajahnya. Mereka tampak mengumbar senyum, walaupun pada saat buka puasa dan sahur tiba, tanpa didampingi sosok yang telah melahirkan dan membesarkannya,” kata Denny.

Denny pun berpesan, bahwa menjadi anak-anak yatim itu bukan alasan gagal menjadi orang sukses. Sebab, sejarah menyebutkan, betapa banyak orang-orang terkenal dan sukses hidupnya tanpa kedua orang tuanya. Bahkan, nabi besar Muhammad SAW pun, sejak kecil sudah menjadi yatim.

Menanggapi kegiatan yang dilakukannya bersama anak-anak yatim tersebut, apakah dalam rangka kampanye untuk pemilihan suara ulang (PSU), Denny meminta untuk tidak mengaitkan hal itu dengan pilkada.

“Saya kira, sekarang ini kita sedang berada di bulan Ramadhan, bulan yang mengharuskan kita untuk memberbanyak amal ibadah. Sebagai muslim, tentu saya tak ingin melewatkan Ramadhan begitu saja. Saya ingin juga jadikan Ramadhan ini sebagai bulan untuk mengasah kepekaan sosial kita, agar lebih peduli terhadap sesama,” paparnya.

Kalau soal PSU di 827 TPS, menurut Denny, biarkan rakyat menentukan pilihannya sendiri, tanpa harus ditekan, dipaksa dan atau diiming-imingi oleh sesuatu yang bersifat materi. Dan warga Kalsel sudah jauh lebih cerdas dan rasional, bahwa mereka tak akan memilih calon gubernurnya asal-asalan. Sebab, sosok yang akan dipilihnya  itu adalah orang yang akan menentukan nasib warga Kalsel  5 tahun kedepan.

“Jika, pemimpinnya lahir dari proses keterpilihan yang tidak normal, alias lewat curang dan politik uang, sama saja dengan membiarkan nasib warga Kalsel kedepan makin terpuruk. Karena pemimpin yang lahir dari proses curang, pada saat menjabat nanti, kebijakan kebijakannya pasti akan curang juga kepada rakyat. Dan ini pasti akan merugikan rakyat sendiri,” tegasnya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Berita Terpopuler