Home >> >>
Bawaslu Jabar Telusuri Pengulangan Pemilu di Ciampea
Ahad , 13 Apr 2014, 18:48 WIB
Antara/Septianda Perdana
Pencoblosan Ulang (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG -- Badan Pengawas Pemilu Jawa Barat melakukan penelusuran terkait gagalnya pemungutan suara di Ciampea pada 9 April kemarin.  Gagalnya pelaksanaan pemungutan suara karena terdapat sejumlah surat suara yang sudah tercoblos.

"Saat ini Bawaslu masih melakukan penelusuran terkait masalah ini," ujar Harminus Koto, Ketua Bawaslu Jabar, Sabtu (12/4).

Lanjut Harminus, hingga saat ini kami baru mendapatkan laporan beberapa nama caleg yang namanya sudah tercoblos di surat suara. Jumlah ini belum pasti akan bertambah atau tidak karena surat suara maupun kotak suara telah diamankan oleh pihak kepolisian Ciampea.

Banwaslu Jabar melakukan penulusuran hari ini yang dimulai di  Panwaslu Kab Bogor, KPUD Kab Bogor, kemudian berlanjut ke PPS Ciampea. Nama-nama caleg tersebut berasal dari dua partai politik. Diketahui bahwa partai politik tersebut adalah Partai Demokrat dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

"Nama-nama caleg yang dalam surat suara sudah tercoblos dari tiga jenis surat suara yaitu DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI," lanjut Harminus.

Bawaslu akan terus mentelusuri dimulai dari KPPS, PPS, KPUD Kab Bogor, hingga nama-nama caleg yang tercoblos pada surat suara tersebut. "Kami akan mengklarifikasi dan menyelidiki caleg-caleg dan partai yang bersangkutan, jika terbukti ada kaitannya dengan masalah ini maka akan ada konsekuensinya dalam tindak pidana," katanya.

Diketahui bahwa nama-nama caleg yang sudah tercoblos dalam surat suara tersebut terdiri dari perwakilan Partai Demokrat yaitu Lukmanudin caleg  DPRD Kab Bogor, kemudian Wahyudi Wijaya caleg DPRD Provinsi dan Muhammad Azhari caleg DPR RI. Sedangkan, dari PDIP adalah Audi Tambunan caleg DPR-RI.

Nama-nama tersebut merupakan daftar nama yang baru diketahui oleh pihak Bawaslu dan untuk selanjutnya Bawaslu akan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait indikasi-indikasi penyebab hal tersebut terjadi.

"Untuk pesta demokrasi kali ini, hanya wilayah Kab Bogor dari seluruh wilayah Jawa Barat yang terjadi peristiwa seperti ini, sedangkan untuk wilayah lainnya di Jawa Barat hanya masalah tertukarnya surat suara,"jelas Harminus.c64

Redaktur : Joko Sadewo
Reporter : c64
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar