REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Hari ini, Rabu (11/1/17), Pengurus Pusat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) bekerja sama dengan Himpunan Perguruan Tinggi Kesehatan Indonesia (HPTKes) menggelar Lokakarya AIPT (Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ballroom Grand I Hotel, Nagoya, Batam.
Acara yang bertajuk ‘Strategi & Teknik Jitu Mengisi Borang Akreditasi’ ini diikuti oleh lebih 220 peserta dari seluruh anggota APTISI Wilayah se-Indonesia.
Lokakarya tersebut menampilkan nara sumber Prof Dr Mansyur Ramly (BAN PT), Dr Budi Djatmiko (ketua APTISI Pusat), dan Prof ES Margianti (rektor Universitas Gunadarma). Acara ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada pimpinan perguruan tinggi dan penyelenggaraan/yayasan untuk segera melakukan akreditasi institusi. Ataupun yang akreditasi masih C diupayakan naik menjadi B, selanjutnya yang B dapat naik jadi A. Hal itu karena amanah undang-undang pada tahun 2019 menyatakan bahwa seluruh Perguruan Tinggi harus sudah terakreditasi.
Pada kesempatan tersebut Prof Dr Mansyur Ramly menyosialisasikan kebijakan baru tentang konsep akreditasi dan juga direncanakan akan diluncurkan ttg "SAPTO) : Sistem Akreditasi Perguruuan Tinggi berbasis OnLine" pada bulan Juni 2017.
Sedangkan arahan mengenai pengisian borang disampaikan oleh Prof Dr Budi Djatmiko. Selain itu, sebagai contoh perguruan tinggi yang memperoleh akreditasi A disampaikan oleh Prof Margianti.
Budi Djatmiko berharap dengan adanya kegiatan Lokakarya AIPT ini, perguruan tinggi swasta yang tergabung pada anggota APTISI se-Indonesia memiliki mutu menjadi lebih baik, kualitas meningkat dengan dibuktikan akreditasi mejadi B atau meningkat menjadi A. “Jadi, sesuai dengan harapan pemerintah dalam hal ini Menristek Dikti,” ujar Budi Djatmiko.
Acara ini juga sebagai salah satu rangkaian acara dari seminar internasional dan MoU dengan 10 universitas terkemuka di Malaysia dan studi banding ke Universitas Malaysia, yang dilaksanakan pada hari Kamis-Jumat (12-13/01/2016).