Selasa 04 Oct 2016 09:40 WIB

Nicky Hayden Akui Kesulitan dengan Ban Michelin

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Andri Saubani
Pembalap Amerika Serikat, Nicky Hayden (kiri) membuntuti Jorge Lorenzo dalam sebuah sesi latihan bebas di sirkuit Aragon, Spanyol, akhir September. Di GP Aragon, Hayden finis di urutan ke-15.
Foto: EPA/Javier Cebollada
Pembalap Amerika Serikat, Nicky Hayden (kiri) membuntuti Jorge Lorenzo dalam sebuah sesi latihan bebas di sirkuit Aragon, Spanyol, akhir September. Di GP Aragon, Hayden finis di urutan ke-15.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pembalap Honda World Superbike, Nicky Hayden sempat menggantikan Jack Miller yang cedera pada balapan MotoGP Aragon beberapa waktu lalu. Dia untuk pertama kalinya mengendarai motor Estrella Galicia 0.0 Marc VDS Honda, menggunakan ban Michelin. “Pada akhirnya saya hanya mendapat satu poin. Tentu saja saya berharap bisa melakukan lebih baik lagi,” kata Hayden, dilansir dari Crash, Selasa (4/10).

Hayden menyadari, betapa sulitnya mendapat kecepatan yang pas dengan ban Michelin. The Kentucky Kid finis di urutan ke-15 dan mendapatkan satu poin. Hayden sempat gugup, bukan hanya karena baru mencoba ban Michelin, namun juga karena dia harus balapan dengan rekan-rekan lama yang sudah lebih sering melaju dengan ban baru itu. “Saya merasa kurang nyaman dengannya.”

Pada babak kualifikasi, Hayden sempat mencatatkan waktu terbaik, yaitu satu menit 51,87 detik. Sayangnya, suhu trek balapan yang berubah-ubah membuatnya kurang konsisten dengan catatan waktu yang ada dan kehilangan kesempatan berharga.

Dia merasa bangga sempat bekerja sama dengan kepala kru, Miller Cristian Gabarrini, meski hanya selama tiga hari. Gabarrini adalah kepala kru mekanik yang mengantar Casey Stoner menjuarai MotoGP pada 2007 dan 2011. Hayden menilai Gabarrini mampu membimbingnya mengenal sistem terbaru elektronik mesin MotoGP tahun ini.

Pembalap asal Amerika Serikat ini, akan kembali menjalankan tugasnya di World Superbike pada akhir pekan ini di sirkuit Magny Cours, Prancis. “Itu adalah satu kenikmatan bisa bekerja dengan Cristian. Dia pria yag bisa memenangkan kejuaraan dunia dengan dua tim berbeda dan dua sepeda motor berbeda. Tidak banyak kepala kru yang bisa melakukannya,” kata Hayden.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement