Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

Sunday, 29 Safar 1444 / 25 September 2022

29 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Lobster Bisa Sukses Bertelur dengan Aquatech

Jumat 17 Mar 2017 20:16 WIB

Rep: Christiyaningsih/ Red: Andi Nur Aminah

Hendra, mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, menciptakan alat penetas telur lobster bernama Aquatech. Inovasinya mampu meningkatkan keberhasilan penetasan telur lobster dari 25 persen menjadi 80 persen.

Hendra, mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, menciptakan alat penetas telur lobster bernama Aquatech. Inovasinya mampu meningkatkan keberhasilan penetasan telur lobster dari 25 persen menjadi 80 persen.

Foto: dok.Istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Aqua Culture Control System atau Aquatech merupakan inovasi mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) bernama Hendra. Aquatech disebut bisa membantu lobster menetaskan telur dengan tingkat keberhasilan mencapai 80 persen.

Dibantu dua temannya, Ibrahim Hasan (Fakultas Teknik) dan Vian Dedi (Alumni UB), Hendra mengaku merasa tergugah untuk membantu lobster melakukan reproduksi. Ide itu dilatarbelakangi fakta bahwa keberhasilan lobster bereproduksi di alam hanya mencapai 25 persen. 

Salah satu yang menyebabkan gagalnya reproduksi adalah semakin rusaknya terumbu karang yang menjadi tempat reproduksi lobster. "Di Jawa Timur ada sekitar 70 persen terumbu karang yang rusak," kata Hendra melalui keterangan yang diterima Republika.co.id, Jumat (17/3).

Oleh karena itu, dia berinisiatif membuat tempat reproduksi atau penetasan telur lobster dengan menggunakan kolam buatan. Ada tiga ukuran kolam yang digunakan untuk tempat reproduksi lobster. Yaitu ukuran 2x1 meter; 3x2meter; dan 4x4 meter. Kolam-kolam tersebut dilengkapi dengan alat pengontrol kualitas air.

Air yang sudah diisi ke dalam Aquatech akan dikontrol kualitasnya. Setelah kualitas air dirasa bagus, maka akan dimasukkan lobster jantan dan betina. Lobster jantan dan betina tersebut akan dibiarkan beberapa hari hingga bertelur. Setelah telur menetas maka akan dilakukan pembesaran. Pada saat besaran lobster dirasa cukup, dapat dilakukan pemanenan.

Hendra menambahkan, selama ini banyak nelayan yang mengalami penurunan terhadap hasil tangkapan karena besarnya tingkat kegagalan lobster dalam bereproduksi. "Kami sengaja membuat Aquatech agar bisa digunakan oleh para nelayan. Saat ini sudah ada enam Aquatech yang telah kami distribusikan secara gratis kepada nelayan yang ada di daerah Malang Selatan, Jember, dan Situbondo," jelasnya. 

Selama setahun menggunakan Aquatech, nelayan-nelayan tersebut mengaku sukses menetaskan telur lobster dengan tingkat keberhasilan mencapai 80 persen. Aquatech saat ini sedang dalam proses pendaftaraan patent di LPPM UB. 

Meski demikian, Hendra menegaskan tidak akan menjual Aquatech. Dia akan memberikan teknologi gratis tersebut kepada para nelayan yang membutuhkan. "Kami menggunakan sistem bagi hasil dengan nelayan, yaitu keuntungan 60 persen untuk nelayan, 30 persen untuk perusahaan kami, dan 10 persen untuk konservasi alam,"kata Hendra.

Ke depan, Hendra berharap bisa membangun badan usaha bekerja sama dengan para nelayan yang tergabung dalam Pokmawas Jatim. Berkat inovasi ini, Hendra dan kawan-kawan menjadi juara pertama kategori non digital dan juara dua Best of the Best Program Wirausaha Muda Mandiri. Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayogadi Graha Widya Wisuda IPB Dramaga Bogor, Sabtu (11/3) lalu. 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile