Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

8 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pejalan Kesulitan Akibat Zebra Cross Diduduki Pemotor

Kamis 01 Aug 2019 13:18 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pengendara motor dan mobil terlihat berhenti di zebra cross lampu merah jalan Ragunan Raya.  Bahkan, ada beberapa pengendara berhenti di luar batas penyeberangan, Jakarta, Kamis (1/8).

Pengendara motor dan mobil terlihat berhenti di zebra cross lampu merah jalan Ragunan Raya. Bahkan, ada beberapa pengendara berhenti di luar batas penyeberangan, Jakarta, Kamis (1/8).

Foto: Republika/Umi Soliha
Pemotor berhenti di zebra cross sehingga membuat pejalan kaki kesulitan melewatinya

Berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULAJ) Nomor 22 Tahun 2019, berhenti di zebra cross adalah pelanggaran lalu lintas. Namun, tak banyak orang terutama warga DKI Jakarta mengindahkan peraturan tersebut.

Salah satunya di simpang Jalan Pejaten Raya yang mempertemukan Jalan Ragunan Raya, puluhan pengendara berhenti tepat di zebra cross. Mereka tak memperdulikan para pejalan kaki yang melintas.

Baca Juga

Mereka seperti tak mau ambil pusing pejalan kaki akan berjalan dimana. Sehingga, tidak sedikit pejalan kaki yang menyebrang jalan tidak di zebra cross.

photo
Pengendara motor dan mobil terlihat berhenti di zebra cross lampu merah jalan Ragunan Raya. Bahkan, ada beberapa pengendara berhenti di luar batas penyeberangan, Jakarta, Kamis (1/8).
Mereka pun akhrinya menyeberang jalan sembarangan. Padahal dengan menyebrang jalan sembarangan sangat membahayakan keselamatan pejalan kaki.

Pejalan kaki yang menyeberang sembarangan pun tidak bisa begitu saja disalahkan karena hak yang seharusnya mereka gunakan telah diambil oleh pengendara yang lain.

Kerena peraturannya sudah ada, namun masih banyak yang melanggar pemerintah harus lebih tegas menindak para pengambil hak pejalan kaki ini. Sehingga, kebiasaan tak patuh lalu lintas ini tidak semakin berkepanjangan dan merugikan masyarakat lain.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile