REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kota Sukabumi berupaya menjadi salah satu kota film di Indonesia. Sebab dari kota kecil di Jawa Barat ini lahir sineas muda yang mampu melahirkan karya film bermutu dan tampil tidak hanya di ajang nasional melainkan internasional.
Semangat ini mengemuka dalam acara malam penganugerahan Sukabumi Film Festival 2019 di Hotel Maxone, Kota Sukabumi, Jumat (20/12) malam. Ajang yang bertemakan merayakan kisah-kisah bumi melalui film tersebut untuk membangkitkan Sukabumi sebagai salah satu kota film di Indonesia.
Pada festival itu ada sebanyak 114 peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang mengirimkan hasil karya film terbaiknya seperti Jakarta, Sukabumi, Bogor, Bandung hingga Padang dan Lampung. '' Festival ini sangat dinanti insan perfilman dan mendorong Sukabumi sebagai kota film,'' ujar salah seorang penggiat film Sukabumi yang juga panitia Sukabumi Film Festival 2019 Yudi Onyeh.
Menurut Yudi, kegiatan ini mendapatkan sambutan luar biasa dari pelaku perfilman. Di mana Sukabumi Film Festival diikuti 114 peserta dari seluruh nusantara.
Yudi mengatakan, di Sukabumi ada 98 komunitas film. Mereka berasal dari kalangan pelajar dan umum.
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi yang memberikan sambutannya melalui rekaman video karena tengah berada di luar kota menyampaikan rasa suka cita dan apresiasi atas gelara festival film Sukabumi. '' Momen ini untuk menjadikan Sukabumi sebagai salah satu kota film di Indonesia,'' kata dia.
Di mana subsektor ekonomi kreatif di bidang film telah menjadi kebanggaan bagi kota Sukabumi. Buktinya di tahun ini ada dua judul film karya sineas Sukabumi mampu tampil di festival film internasional dan satu film pelajar mampu tampil di Ausutralia.
Hal ini mampu menghidupkan ekosistem film di Kota Sukabumi makin kokoh dan kuat. Ke depan wali kota mengajak mari sama-sama bersinergi membangun dunia perfilman.
Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami menambahkan, festival ini mendorong dan memajukan industri film di Sukabumi. '' Ajang Sukabumi film festival ini sangat luar biasa dan akan jadi agenda rutin tahunan,'' kata dia.
Apalagi sebelumnya film karya sineas Sukabumi mendapatkan penghargaan baik lokal hingga internasional. Hal ini memacu para insan perfilman mampu berkreatif dan inovatif karena Sukabumi salah satu kota kreatif.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi Adang Taufik mengatakan, ada sebanyak 8 jenis penghargaan dalam festival tersebut. Jenis penghargaan yakni film terbaik pelajar, film terbaik umum, sutradara terbaik, penulis skenario terbaik, penata kamera terbaik, editor film terbaik, dan pemeran terbaik serta the best vocal.