Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Dua Desa di Boyolali Rasakan Manfaat Kegiatan RJIT

Senin 07 Sep 2020 07:48 WIB

Red: Fernan Rahadi

Seorang petani menyiapkan mesin diesel untuk pengairan sawahnya (ilustrasi).

Seorang petani menyiapkan mesin diesel untuk pengairan sawahnya (ilustrasi).

Foto: ANTARA FOTO
Realisasi fisik kegiatan RJIT di lokasi tersebut sudah mencapai 100 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI – Setidaknya sebanyak dua desa di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, merasakan langsung manfaat kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) yang dilakukan Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian.

Dukungan diberikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk kegiatan RJIT ini. Menurutnya, water management sangat dibutuhkan dalam pertanian.

"Untuk memastikan air bisa mengalir ke lahan pertanian, dibutuhkan water management yang baik, salah satunya seperti kegiatan RJIT. Tujuannya, agar indeks pertanaman meningkat. Dari yang tadinya Cuma 1 kali tanam dalam setahun, bisa dua kali hingga tiga kali tanam. Produksi juga bisa meningkat," tuturnya, Senin (7/9).

Sementara Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, mengatakan kegiatan RJIT yang dilakukan memiliki total luas oncoran 63 hektare (ha), dengan rincian mengairi lahan pertanian di area Desa Cepoko Sawit seluas 55 Ha dan 8 Ha di area Desa Kemaron.

Ditambahkannya, realisasi fisik kegiatan RJIT di lokasi tersebut sudah mencapai 100 persen, dengan konstruksi pasangan batu kali di satu sisi. Bangunan RJIT yang dilakukan memiliki dimensi Lebar atas 0,4 Meter, Lebar bawah 0,5 Meter, Tinggi dari pondasi 0,9 M hingga 1 M dengan panjang 129 Meter.

"Kondisi existing tidak Ada perkuatan saluran atau tanggul saluran. Sehingga, air meluap ke sawah dan mengakibatkan air tidak sampai ke hilir. Pelaksanaan pekerjaan kurang lebih 30 Hari Kerja. Transfer bulan Maret, pekerjaan fisik selesai Akhir April 2020," jelasnya.

Dengan RJIT ini, luas tanam bertambah 4 Ha, yang sebelumnya selalu tergenang air karena tidak Ada tanggul saluran. 

Sementara IP awal 300 dengan pola tanam padi-padi-padi. Untuk produktivitas, saat ini 6 ton/Ha-7  ton/Ha dan dengan RJIT diharapkan ada peningkatan produktivitas sampai 8 ton/ha.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile